Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sebut Ukraina Lakukan Taktik Kotor, Presiden Chechnya Kadyrov Prediksi Akhir Memalukan Musuh Rusia

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov menuding lawannya menggunakan taktik psikologi tak bermoral.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Capture YouTube Kompas TV
Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov saat berpidato di depan pasukannya, diunggah Kamis (3/3/2022). Terbaru, Kadyrov sebut Ukraina menggunakan strategi kotor. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov menuding lawannya menggunakan taktik psikologi tak bermoral.

Pihak Ukraina disebut telah menyebarkan informasi palsu pada kerabat pasukan Rusia dan Chechnya yang maju ke medan perang.

Kadyrov pun menantikan akhir memalukan dari pasukan nasionalis Ukraina yang dijulukinya dengan sebutan Bandera.

Aksi Rusia memberikan bantuan kemanusiaan ke Kota Melitopol, Ukraina menerima penolakan dari sejumlah warga setempat.
Aksi Rusia memberikan bantuan kemanusiaan ke Kota Melitopol, Ukraina, menerima penolakan dari sejumlah warga setempat. (YouTube RT)

Baca juga: Dapatkah Putin Dituntut atas Kejahatan Perang Rusia terhadap Ukraina? Berikut Penjelasannya

Baca juga: Senjata Thermobaric Rusia Terekam Kamera, Ikut Balik Arah saat Dipukul Mundur Pasukan Ukraina

Dilansir TribunWow.com dari kanal media Rusia RIA Novosti, Kamis (10/3/2022), Kadyrov menuturkan taktik kotor yang dilakukan Ukraina.

Ia menyinggung geng Bandera, atau pasukan Neo Nazi yang diklaim telah menguasai Ukraina.

Dikatakan bahwa pasukan Ukraina menggunakan database telepon umum, dan menelepon kerabat para personel militer.

Para kerabat kemudian diberitahu mengenai kabar palsu yang menyebut kematian tentara tersebut.

"Geng-geng Bandera telah menjadi sangat lemah secara moral dan fisik sehingga mereka menggunakan metode pengaruh psikologis yang paling keji dan mendasar," ujar Kadyrov.

"Mereka menggunakan database telepon umum, menelepon kerabat personel militer dan memberi tahu mereka tentang kematian keluarganya."

"Tentu saja, ini tidak benar, tetapi terkadang kerabat tidak dapat menghubungi prajurit, karena dia sedang dalam misi penting dan tidak dapat menggunakan komunikasi seluler."

Kadyrov mengaku memiliki bukti berupa data jejak teknologi digital panggilan tersebut.

"Ketahuilah bahwa di era teknologi digital tidak mungkin melakukan tindakan keji seperti itu tanpa meninggalkan jejak," kata Kadyrov.

"Kami memiliki catatan dan data lain yang memungkinkan untuk mengidentifikasi telepon dari setan-setan yang berbahasa Chechnya itu."

"Dan kita kan menuntut balas atas mereka. Orang-orang Chechnya tahu bagaimana menuntut balas bahkan setelah beberapa dekade."

Kadyrov masih memegang prinsip bahwa pasukannya dan tentara Rusia datang untuk menyelamatkan rakyat Ukraina.

Halaman
123
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyRepublik ChechnyaRamzan Kadyrov
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved