Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Curhat Mahasiswa Asing di Ukraina yang Terjebak selama 3 Hari, Gunakan Salju Mencair untuk Minum

Invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina membuat setidaknya 1.700 mahasiswa asing terjebak selama tiga hari di timur laut kota Sumy.

Tangkap layar dari akun Twitter, @IndShivangi via Tribunnews.com
Para mahasiswa yang terjebak di kota Sumy, Ukraina dan harus berlindung di sebuah bunker milik Universitas Negeri Sumy setelah adanya serangan Rusia pada kota tersebut. 

TRIBUNWOW.COM - Invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina membuat setidaknya 1.700 mahasiswa asing terjebak selama tiga hari di timur laut kota Sumy, Ukraina.

Diketahui, mereka terjebak setelah adanya serangan lanjutan dari pasukan Rusia pada hari kesepuluh kemarin, Sabtu (5/3/2022) setelah koridor kemanusian gagal untuk diwujudkan.

Dikutip dari Aljazeera, seorang mahasiswa kedokteran asal India berumur 25 tahun, Shivangi Shibu, terbangun di asrama universitas saat subuh pada Sabtu karena suara ledakan yang sangat keras.

“Jika saya mendeskripsikan hari ini, saya akan mengatakan memulai hari dengan suara misil atau bom pada pukul 5 pagi, kemudian kita mendengarkan pertarungan di jalanan serta adanya tembakan.”

“Kita semua berlari menuju sebuah bunker karena panik, lalu suara bom terdengar kembali pada pukul 10 pagi,” jelas Shivangi.

Baca juga: Saat Memohon Bantuan Jet Tempur ke AS, Presiden Ukraina Minta Warganya Maju Serang Rusia

Sejauh ini, kata Shivangi, para mahasiswa bergantung pada persediaan makanan di asrama universitas serta pihak kampus.

Hanya saja untuk penyaluran pasokan air ke Sumy telah dihentikan selama tiga hari dan memaksa para mahasiswa untuk menggunakan salju yang mencair untuk kebutuhan minum dan memasak.

Sebagai informasi, kota Sumy berada sekitar 48 kilometer dari perbatasan dengan Rusia di mana juga menjadi kota pertama yang diserang oleh pasukan Rusia pada 24 Februari 2022 lalu.

Cerita lain diperoleh dari mahasiswa kedokteran asal Nigeria berusia 21 tahun, Precius Ogunbayo.

Ia mengatakan para mahasiswa hanya ingin untuk pergi dari Ukraina dan kembali ke masing-masing negara asal.

“Kita semua sangat depresi dan hanya ingin pulang ke rumah. Kita selalu meminta pertolongan tetapi hasilnya nihil,” ujarnya.

Baca juga: Geger Rumor Putin akan Tetapkan Darurat Militer, Sejumlah Warga Rusia Pilih Kabur dari Negaranya

Setidaknya, 400 mahasiswa asal Nigeria berada di Sumy pada saat ini.

Sementara sisanya berasal dari Ghana, Rwanda, Turkmenistan, Yordania, dan Palestina.

Seperti lainnya, Ogunbayo mencoba untuk meninggalkan kota tetapi supir taksi atau bus mematok tarif hingga 400 dolar AS atau sekira Rp 5 juta per orang ketika mereka sedang tidak memiliki penumpang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved