Terkini Daerah
Puas Bergaji Besar, Ibu-ibu di PIK Cerita Gampangnya Kerja di Pinjol Ilegal: Di Atas UMR
Ibu 2 anak mengaku tak merasa merugikan siapapun dengan pekerjaan dirinya di pinjol ilegal yang bertugas menagih para nasabah.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Kita Enggak Merugikan
Suasana penggerebekan kantor pinjol di PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2022). Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com
Dari para pekerja yang diamankan, satu di antaranya adalah ibu dua anak inisial S (35).
S mengaku bergabung perusahaan pinjol ilegal pada bulan lalu karena himpitan ekonomi harus membiayai dua anaknya.
"Pertama butuh saya. Karena kan intinya kita mau kerja. Kita di sini engga merugikan, saya hanya remind (mengingatkan) nasabah gimana mau bayarnya. Toh kalau nggak mau bayar akan di-follow up lagi sama tim yang lain," tutur S.
S mengaku mendapat info lowongan kerja di pinjol ilegal dari seorang temannya.
Ia mengatakan sejak awal dirinya tahu akan melamar kerja menjadi penagih utang.
"Kalau rekrut temen ke temen. Kita buka loker nih. Lalu diinformasi sama admin kita, nanti di-share di WA pribadi atau grup WA masing masing. Ada loker nih di fintech, bagian penagihan gitu," jelas S.
S sendiri mengakui proses mendapat kerja sebagai penagih utang tergolong mudah.
Ketika dipanggil untuk interview, hari itu juga S langsung disuruh mengikuti pelatihan sebagai tim reminder, atau pegawai yang bertugas mengingatkan peminjam sebelum utang jatuh tempo.
Setiap harinya S ditugaskan menagih utang ke 100 lebih nasabah dari Jakarta dan luar daerah.
Ia juga mengakui gaji yang diterimanya lebih dari cukup.
"Lumayan. Di atas UMR, sekitar Rp 5 jutaan lah. Bisa dapat bonus juga tergantung presentasi," katanya.
"Dalam sebulan kita di target 75 persen. Kalau kita target kita dapat bonus. Kalau engga hanya gapok aja," sambung S. (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Breaking News Gerebek Kantor Pinjol di PIK, Polisi Amankan 98 Penagih Utang dan 1 Manajer dan Cerita Emak-emak Punya Tugas Sehari Tagih 100 Nasabah Pinjol Ilegal di PIK: Kita Enggak Merugikan