Breaking News:

Terkini Daerah

Sebar Foto Porno hingga Ancaman Santet, Ini Cara Pinjol Ilegal di Cengkareng Tagih Nasabah

Berbagai cara digunakan oleh pinjol ilegal untuk menagih uang dalam jumlah tak wajar ke para nasabah mereka.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Penggerebekan tempat pinjaman online di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada Senin (25/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Total empat orang diamankan terbukti terlibat dalam kegiatan penagihan pinjaman online (pinjol) ilegal di tempat kos di Jalan Tawangmangu RT 12 RW 3, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat.

Keempat pelaku tersebut diketahui melakukan penagihan dengan berbagai bentuk ancaman.

Penggerebekan kos yang dipakai sebagai markas oleh pelaku dilakukan pada Senin (25/10/2021) kemarin.

Baca juga: Tewas Dihajar Guru karena Tak Kerjakan PR, Siswa SMP di Alor Sempat Curhat ke Orangtuanya

Baca juga: Pencuri Kembalikan Sebagian Barang Curian lalu Kirim Surat, Ngaku Terpaksa seusai Terjerat Pinjol

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, ancaman itu dilakukan ketika para nasabah tidak bisa membayar sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

"Jadi setelah hari ketujuh belum membayar sama sekali, dia lakukan pengancaman. Tadi sama-sama kita lihat dia melakukan, 'kalau kamu tidak bayar kamu akan saya santet'," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis, di lokasi pada Senin (25/10/2021).

Selain ancaman santet, pelaku juga mengancam menyebar foto-foto porno milik korban.

"Apabila kamu tidak bayar saya akan kirimkan foto-foto senonoh kamu ke setiap kontak yang ada di HP," kata Auliansyah meniru perkataan penagih online itu.

2 Juta Ditagih 20 Juta

Penggerebekan ini bermula ketika ada seorang korban melapor ke polisi lewat media sosial (medsos).

Korban tersebut mengaku terus-terusan ditagih uang puluhan juta padahal awalnya hanya pinjam Rp 1 juta.

"Malam ini adalah tindakan dari masyarakat yang lapor di IG (Instagram) kami. Jadi di IG kami ada yang lapor, dia minjam sebesar Rp 1 juta dan dia sudah bayar Rp 2 juta. Tapi masih ditagih Rp 20 juta," ungkap Auliansyah.

Para pelaku diketahui sudah beroperasi sekira 5-10 bulan lalu.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com di lokasi, di satu kamar, terdapat satu komputer dan satu laptop yang diduga sebagai alat untuk menagih utang.

Terlihat dua orang pelaku pria duduk menghadap komputer dan laptop sembari dimintai keterangan oleh penyidik.

Kos-kosan yang digerebek polisi tersebut diketahui mengelola empat aplikasi sekaligus yang terbukti sebagai aplikasi pinjol ilegal.

Mahfud MD Minta Pinjol Ilegal Jangan Dilunasi

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD meminta kepada masyarakat Indonesia agar tidak melunasi jika sudah telanjur pinjam uang di pinjaman online (pinjol) ilegal.

Pemerintah memutuskan pengenaan pasal berlapis secara perdata maupun pidana bagi para pelaku pinjol ilegal.

Mahfud MD juga menjamin kepada warga yang tidak membayar pinjol ilegal akan dapat perlindungan dari pihak kepolisian.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Mahfud mengatakan, para pelaku tersebut akan dikenakan ancaman hukuman atas tindakan pemerasan, perbuatan tidak menyenangkan, UU ITE, dan perlindungan konsumen.

Baca juga: Kondisi Wajah Penuh Luka, Mahasiswa UNS Tewas karena Kepala Dipukul Berkali-kali

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved