Terkini Daerah
Fakta Terbaru Dugaan Perbudakan oleh Bupati Langkat, Diserahkan Orangtua dan Buat Surat Pernyataan
Dugaan praktik perbudakan yang menyeret nama Bupati Langkat Nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
Berdalih Pembinaan
Kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin. Diduga, para penghuni kerangkeng dieksploitasi untuk bekerja di kebun sawit milik sang bupati. (HO via TribunMedan)
Ramadhan menyebut pengelola kerangkeng manusia itu berdalih tempat tersebut digunakan untuk pembinaan.
Kendati demikian, pihak kepolisian masih akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya.
"Tadi kita jelaskan bahwa pekerjaan tersebut alasan dari yang bersangkutan diberikan pembinaan supaya mempunyai keterampilan, sehingga nanti memiliki keterampilan," ujarnya.
"Tentu itu semua merupakan alasan dari pengelola. Nanti kita lihat bagaimana proses penyelidikan akan kita sampaikan. Jadi masih dalam proses ya."
Sementara itu, menurut Ramadhan, seluruh penghuni kerangkeng telah dikembalikan ke keluarga.
Mereka juga ditawarkan tempat rehabilitasi di bawah pengawasan BNN.
Namun, kata Ramadhan, pihak kepolisian menyerahkan keputusan sepenuhnya pada keluarga.
"Sudah dikembalikan ke keluarganya. Kita tawarkan tempat pembinaan yang resmi itu rehabilitasi di bawah BNN."
"Tapi kita tidak bisa memaksa, namun orang tuanya memilih," tandasnya.
Baca juga: Tolak Polisi, Warga Justru Dukung Para Tahanan Tetap Ada di Penjara Pribadi Bupati Langkat
Baca juga: Anggota DPR Kritik Statement Kapolda Sumut soal Penjara Pribadi Bupati Langkat
Pengakuan Penghuni
Kesaksian berbeda diberikan oleh sejumlah orang yang pernah tinggal di dalam penjara pribadi milik Terbit.
Dikutip dari Tribun-Medan.com, mereka yang mengaku pernah tinggal di penjara pribadi milik Bupati Langkat mengaku hidupnya di dalam sel justru terurus.
Fredi Jonathan adalah seorang mantan pecandu yang pernah merasakan hidup di penjara milik Terbit.
"Kalau menurut aku nyaman. Aku sehat dan gemuk (sekarang), karena waktu masuk dulu (kondisi tubuhku) kurus," katanya saat berbincang dengan Tribun Medan di Kantor Camat Kuala, Jalan Binjai-Kuala, Selasa (25/1/2022).
Fredi saat ini telah kembali ke rumahnya sendiri.
Selama berada di dalam sel, Fredi mengaku mendapatkan pembinaan.
Ia juga membantah dipaksa bekerja di kebun sawit milik Bupati Langkat.
"Saya tidak pernah kerja di ladang (kebun sawit, red). Kalau aku, setelah selesai bersihkan kolam, aku masuk lagi ke dalam sel," jelas Fredi.
Baca juga: Ngaku Tak Tahu, Gubernur Sumut Kaget Ditanya soal Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat, Begini Katanya
Fredi mengiyakan bahwa saat dipenjara, dirinya tidak diperbolehkan menggunakan ponsel, dan pengunjung yang mau menjenguk dibatasi.
Di sisi lain, pecandu lainnya yakni Jefri Sembiring mengaku tak pernah melihat adanya penyiksaan di penjara pribadi milik Terbit.
"Saya sudah pulang. Empat bulan saya berada di dalam. Dan saya tidak pernah lihat adanya orang disiksa," katanya.
Namun menurut pantauan Tribun-Medan.com, raut wajah Jefri tampak seperti orang kebingungan saat memberikan penjelasan.
Selama berada di dalam sel, Fredi bercerita, dirinya diberi makan tiga kali sehari.
Kasus dugaan perbudakan modern Bupati Langkat sampai saat ini masih terus ditangani oleh Komnas HAM. (TribunWow.com)
Artikel ini diolah dari Tribun Medan yang berjudul PENGAKUAN Dua Pecandu Narkoba yang Pernah Dipenjara di Rumah Bupati Langkat Terbit Perangin-angin dan Polisi Masih Dalami Dugaan Perbudakan Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat