Pembunuhan di Subang
Sebut Kasus Subang Jadi Bias, Praktisi Hukum Komentari Kinerja Polisi Usut Pembunuh Tuti dan Amalia
143 hari berlalu, pihak kepolisian masih juga belum menetapkan siapa pelaku kasus pembunuhan Tuti dan Amalia di Subang.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
"Betul. Apakah korban dibunuh pada saat sudah tidur atau dalam masih dalam konteks berkomunikasi. Ini kan belum pernah dikatakan (polisi)," jawab Adrianus.
Adrianus mengatakan, ada banyak kemungkinan, ia tidak bisa memastikan apakah pelaku profesional atau tidak.
"Masih bisa dua-duanya. Karena tersedianya waktu yang cukup. Kalau memang benar kejadian dimulai pada saat korban, Amelia itu terakhir kali berkomunikasi jam 11 malam, dan baru ditemukan pukul 5 pagi, selama 7 jam itu kan banyak yang bisa terjadi," ungkapnya.
Kemudian Adrianus menilai saksi yang terus-terusan dipanggil bisa saja mengarang cerita yang akhirnya mempersulit polisi.
"Orang yang Kita duga sebagai pelaku, dan sudah berkali-kali diperiksa polisi tanpa ada perencanaan yang jelas apa yang mau ditanya, maka dia tidak akan menjawab lagi berbasis apa yang ia ketahui."
"Tapi dia sudah mengarang cerita. Jadi ketika polisi bilang 'Kami akan periksa lagi (saksi)', itu tidak akan membuat polisi menemukan fakta baru," papar Adrianus.
"Kalau orang tersebut (saksi) adalah kunci, maka yang terjadi adalah dia mengarang skenario, di mana itu menjauh dari dirinya (tudingan miring)."
Terkait sektsa wajah pelaku, Adrianus menekankan perlu bukti lain yang kuat untuk bisa meyakinkan hakim di persidangan nanti.
"Nanti jaksa yang harus berjuang meyakinkan hakim kalau dialah dia (pembunuh). Selama tidak ada fakta tambahan (bukti kuat), Saya kira jaksa akan mengembalikan berkas tersebut (ke polisi)," kata Adrianus.
Sketsa Wajah Pelaku
Setelah lima bulan berlalu, polisi akhirnya membongkar sketsa wajah terduga pelaku pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Subang, Jawa Barat.
Dilansir TribunWow.com, sketsa wajah itu didapat penyidik Ditreskrimum Polda Jabar seusai hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi serta bantuan tim inafis Bareskrim Polri.
Dalam sketsa wajah tersebut, terlihat wajah terduga pelaku dari posisi samping dan membelakangi.
Dari samping, wajah terduga pelaku tampak memiliki dagu lancip dengan bentuk muka oval.
Selain itu, terduga pelaku juga diperkirakan berusia 30 tahun.
Baca juga: Merasa Ditantang, Oknum Polisi di Nunukan Sekap dan Keroyok Pemuda dari Malam hingga Pagi
Baca juga: Percaya Omongan Tetangga, Pria di Palembang Bakar Istrinya saat Korban Salat