Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Sebut Kasus Subang Jadi Bias, Praktisi Hukum Komentari Kinerja Polisi Usut Pembunuh Tuti dan Amalia

143 hari berlalu, pihak kepolisian masih juga belum menetapkan siapa pelaku kasus pembunuhan Tuti dan Amalia di Subang.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TribunJabar/Nazmi Abdurrahman
Polda Jabar menunjukkan sketsa terduga pelaku kasus Subang, Rabu (29/12/2021). Meski sketsa pelaku telah dipublikasikan, masih belum ada tanda-tanda polisi akan menetapkan pelaku. 

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian saat ini menerima komentar beragam terkait pengusutan kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yang terjadi di Subang, Jawa Barat, pada Agustus 2021 lalu.

Hingga Jumat (7/1/2022), masih juga belum ditetapkan siapa pelaku kasus pembunuhan ini.

Praktisi hukum sekaligus tokoh masyarakat di Subang, Dede Sunarya justru menyebut, kasus Subang saat ini menjadi bias.

Proses autopsi ulang jasad Tuti dan Amalia dilakukan satu bulan lebih seusai kedua korban dibunuh di kediaman mereka di Subang, Jawa Barat pada Agustus 2021 lalu.
Proses autopsi ulang jasad Tuti dan Amalia dilakukan satu bulan lebih seusai kedua korban dibunuh di kediaman mereka di Subang, Jawa Barat pada Agustus 2021 lalu. (Kolase YouTube tvOnenews dan youtube kompastv)

Baca juga: Geger Pria Mirip Sketsa Wajah Pelaku Kasus Subang, Terekam di Video Wawancara Keluarga Korban

Baca juga: Sketsa Wajah Pelaku Kasus Subang Mirip Anak Istri Muda Yosef? Pengacara Menjawab

"Kita sudah melihat kerja keras dari polisi Polres Subang dan ditindaklanjuti oleh Polda Jabar, cuma berlarut-larutnya mungkin ini kasus yang sulit sehingga kasusnya jadi bias," ucap Dede kepada TribunJabar.id di Subang, Jumat (7/1/2022).

Dede mengakui pihak kepolisian telah bekerja secara maksimal untuk mengungkap siapa pelakunya, namun dirinya tetap berpesan agar aparat berwenang hati-hati.

"Polisi baik dari Polres, Polda, maupun Bareskrim Polri sudah bekerja maksimal, hanya saja lebih hati-hati dalam mengungkap kasus ini. Kita tentunya dukung terus polisi dan semoga dapat segera mengungkap," kata Dede.

Di sisi lain, kritikan pedas disampaikan oleh kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meilala terhadap pihak kepolisian.

Satu dari beberapa hal yang disoroti oleh Adrianus adalah tempat kejadian perkara (TKP).

Ketika diwawancara oleh jurnalis Aiman di YouTube Kompastv, Rabu (5/1/2022), Adrianus menyebut TKP kasus Subang jorok.

"Kita sekarang masih dalam proses lidik sidik. Di mana kesannya, ada dua kelemahannya. Kelemahan pertama adalah dari hasil pemeriksaan forensik oleh dokter, kurang tepat. Yang kedua olah TKP di rumah, menurut saya jorok," ungkap Adrianus.

Adrianus mengiyakan bahwa arti jorok yang ia maksud adalah TKP yang tidak langsung disterilkan.

Ia lalu mengkritisi kurangnya kemampuan para polisi di daerah karena jarang menangani kasus-kasus rumit.

"Yang kedua ini common situation atau situasi yang sering terjadi apalagi dikaitkan dengan wilayah bukan kota, di mana jarang mengalami kasus besar, sehingga tidak terlatih anggotanya (polisi)," ujar Adrianus.

Adrianus menilai, sampai saat ini pihak kepolisian belum bisa mengungkap secara jelas dan rinci apa yang sebenarnya terjadi saat Tuti dan Amalia dibunuh.

"Apakah direncanakan atau tidak?," tanya Aiman.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Pembunuhan di SubangSubangTutiAmalia Mustika RatuYorisYosefDanuPembunuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved