Breaking News:

Terkini Daerah

Oknum TNI Buang Jasad Korban Tabrak Lari, Ini Beda Kata Kapendam dan Ahli Forensik

Muncul sejumlah dugaan terkait alasan tiga oknum TNI membuang jasad sejoli yang ditabraknya di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tribun Jabar/Nasmi Abdurrahman
Pihak kepolisian dan TNI dalam pers rilis kasus penabrak dan pembuang Handi dan Salsa di Nagreg, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/12/2021) 

TRIBUNWOW.COM - Muncul sejumlah dugaan terkait alasan tiga oknum TNI membuang jasad sejoli yang ditabraknya di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Handi Saputra (17) dan Salsabila (14).

Kapendam XII/Merdeka, Letkol Inf Jhonson M Sitorus menyebut ketiga oknum TNI AD itu membuang jasad korban ke sungai karena ketakutan.

Pasalnya, kedua korban sudah dalam meninggal dunia seusai tabrakan berlangsung.

Sebagai informasi, tiga oknum TNI AD pelaku penabrakan dan pembuangan jasad Handi dan Salsabila kini telah diringkus.

Ketiganya adalah Kolonel Infanteri P, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua A.

Baca juga: 3 Dugaan Alasan Oknum Kolonel TNI Buang Handi dan Salsabila di Sungai seusai Tabrak Korban di Nagreg

Baca juga: Ini Isi Obrolan Jenderal Dudung dengan Keluarga Korban Tabrak Lari Oknum Kolonel TNI di Nagreg

Seusai menabrak kedua korban, tiga oknum TNI ini tak membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Mereka justru membuang jasad pasangan kekasih itu ke Sungai Serayu di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.

Saat ditanya alasan ketiga pelaku membuang jasad korban, Jhonson menduga oknum TNI itu panik mengetahui korban tewas.

"Dari informasi yang saya dapatkan, kemungkinan ketiga pelaku ini hanya merasa ketakutan dan grogi karena kedua sejoli ini sudah meninggal dunia," ungkap Jhonson, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Senin (27/12/2021).

Disebutnya, ketiga oknum TNI itu mulanya berniat mencari rumah sakit terdekat namun tak ditemukan.

Melihat kedua korban tewas di tengah perjalanan, kata Jhonson, pelaku kemudian membuang sejoli itu ke sungai.

"Namun setelah beberapa menit mencari rumah sakit terdekat dan tidak ditemukan, akhirnya tidak tahu apa yang terlintas dalam pikiran 3 oknum anggota TNI ini sehingga membuang korban ke Sungai Serayu," katanya.

Masih Hidup saat Dibuang

Di sisi lain, ahli forensik, Kombes Pol dr Sumy Hastry Purwanti mengungkap pernyataan sebaliknya.

Berdasarkan hasil autopsi, korban Handi ternyata masih hidup meski mengalami luka parah seusai kecelakaan.

Dikutip dari YouTube tvOnenews, Kamis (23/12/2021), awalnya dr. Hastry mengidentifikasi korban tabrak lari apakah benar jasad tersebut Handi dan Salsabila.

Identifikasi dilakukan dengan cara melihat ciri rambut, tinggi badan, aksesoris korban hingga menggunakan foto.

Dokter Hastry menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan luka kedua korban, Salsabila dipastikan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) sebab mengalami luka parah di kepala.

Baca juga: Oknum Kolonel TNI AD Diduga Grogi seusai Tabrak 2 Remaja di Nagreg, Pilih Bawa Kabur Korban

Baca juga: Danpuspom AD di Hadapan Keluarga Korban Kecelakaan di Nagreg: 3 TNI Sudah Jadi Tersangka dan Ditahan

Sedangkan Handi meninggal setelah tenggelam ketika dibuang pelaku.

"Kita temukan tanda tenggelam di saluran napas atas sampai paru-paru," ujar dr. Hastry.

Meskipun sudah mengalami pembusukan, dr. Hastry mengatakan, ditemukan bukti-bukti kuat bahwa korban Handi masih hidup saat dibawa kabur pelaku.

"Kami yakinkan dia sebab kematiannya karena tenggelam," kata dr. Hastry.

"Jadi waktu dibuang masih hidup."

"Kita lihat dari luka-luka di kepalanya yang didapat memang tidak mematikan."

"Jadi waktu kecelakaan dia pasti masih hidup," tegasnya.

Dokter Hastry menyoroti bagaimana air dan pasir masuk ke saluran pernapasan korban Handi.

"Jadi dia masih bernapas waktu dibuang ke sungai," kata dia.

Dokter Hastry menambahkan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban selain karena kecelakaan dan dibuang ke sungai.

Sementara itu ayah Handi, Entes Hidayatullah, mengabarkan bahwa pelaku sudah ditangkap, Kamis (23/12/2021) malam.

"Alhamdulillah sudah ditangkap," kata Entes via ponsel, dikutip dari Tribun Jabar.

Baca juga: Pakar Minta Penyidik Dalami 3 Hal Ini di Kasus 3 Oknum TNI Tabrak Handi dan Salsabila di Nagreg

Entes mengaku mendapat kabar itu dari pihak kepolisian. 

Namun, dirinya juga belum memastikan ada berapa orang yang berhasil diamankan oleh polisi. 

"Sekarang bapak sudah lega," ujarnya.  

Ia berharap proses hukum akan membuat para pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

"Sekarang tinggal proses hukum, biar dia dihukum seberat-beratnya," ucapnya.  (TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Ketakutan, Oknum TNI Buang Jasad Sejoli Korban Tabrak Lari, Ahli Forensik Ragu : Ada yang Ditutupi

Tags:
TNINagregBandungJawa BaratTabrak lariSumy Hastry PurwantiAhli Forensik
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved