Terkini Daerah
Oknum TNI Buang Jasad Korban Tabrak Lari, Ini Beda Kata Kapendam dan Ahli Forensik
Muncul sejumlah dugaan terkait alasan tiga oknum TNI membuang jasad sejoli yang ditabraknya di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Muncul sejumlah dugaan terkait alasan tiga oknum TNI membuang jasad sejoli yang ditabraknya di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Handi Saputra (17) dan Salsabila (14).
Kapendam XII/Merdeka, Letkol Inf Jhonson M Sitorus menyebut ketiga oknum TNI AD itu membuang jasad korban ke sungai karena ketakutan.
Pasalnya, kedua korban sudah dalam meninggal dunia seusai tabrakan berlangsung.
Sebagai informasi, tiga oknum TNI AD pelaku penabrakan dan pembuangan jasad Handi dan Salsabila kini telah diringkus.
Ketiganya adalah Kolonel Infanteri P, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua A.
Baca juga: 3 Dugaan Alasan Oknum Kolonel TNI Buang Handi dan Salsabila di Sungai seusai Tabrak Korban di Nagreg
Baca juga: Ini Isi Obrolan Jenderal Dudung dengan Keluarga Korban Tabrak Lari Oknum Kolonel TNI di Nagreg
Seusai menabrak kedua korban, tiga oknum TNI ini tak membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Mereka justru membuang jasad pasangan kekasih itu ke Sungai Serayu di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.
Saat ditanya alasan ketiga pelaku membuang jasad korban, Jhonson menduga oknum TNI itu panik mengetahui korban tewas.
"Dari informasi yang saya dapatkan, kemungkinan ketiga pelaku ini hanya merasa ketakutan dan grogi karena kedua sejoli ini sudah meninggal dunia," ungkap Jhonson, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Senin (27/12/2021).
Disebutnya, ketiga oknum TNI itu mulanya berniat mencari rumah sakit terdekat namun tak ditemukan.
Melihat kedua korban tewas di tengah perjalanan, kata Jhonson, pelaku kemudian membuang sejoli itu ke sungai.
"Namun setelah beberapa menit mencari rumah sakit terdekat dan tidak ditemukan, akhirnya tidak tahu apa yang terlintas dalam pikiran 3 oknum anggota TNI ini sehingga membuang korban ke Sungai Serayu," katanya.
Masih Hidup saat Dibuang
Di sisi lain, ahli forensik, Kombes Pol dr Sumy Hastry Purwanti mengungkap pernyataan sebaliknya.
Berdasarkan hasil autopsi, korban Handi ternyata masih hidup meski mengalami luka parah seusai kecelakaan.