Terkini Daerah
Ini Nasib 10 Gadis di Depok Korban Guru Ngaji Cabul, Wali Kota Ungkap Perkembangan
Diketahui ada 10 perempuan yang menjadi korban pencabulan seorang guru ngaji di Beji, Depok.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Diketahui total ada 10 bocah perempuan yang menjadi korban pencabulan guru ngaji berinisial MMS (52) yang terjadi sejak Oktober-Desember 2021.
Pelaku sendiri diketahui mengajar sekira 70 murid di sebuah majelis ta'lim di Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat.
Para korban diketahui menerima tindakan pencabulan yang berbeda, ada yang dilakukan berduaan dan dilakukan di depan murid lainnya.

Baca juga: Penampakan Bambu yang Digunakan Guru Ngaji di Depok untuk Buka Pakaian Murid Perempuan
Baca juga: Sikap Guru Ngaji Cabul di Depok ketika Ditanyai Polisi, Cerita saat Lecehkan Bocah
Dikutip dari TribunJakarta.com, para korban kini sudah mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Depok dan Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK).
Pendampingan telah dilakukan kepada 10 korban MMS.
Selain korban, pendampingan juga dilakukan kepada pihak keluarga korban.
“Pemkot Depok dalam hal ini akan terus melakukan pendampingan untuk mengikuti proses tindakan hukum dan trauma healing kepada korban dan keluarga,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Jumat (17/12/2021).
Kemudian dilakukan juga pemulihan trauma oleh psikolog dari Tim Satuan Tugas (Satgas) PPA Kota Depok.
Idris menegaskan, proses pemulihan para korban tidak dipungut biaya sepeser pun.
“Kami berharap kejadian serupa tidak akan terulang kembali di Kota Depok dan harus jadi bahan evaluasi masyarakat untuk tingkatkan kewaspadaan,” tegas Idris.
Seusai ditangkap pihak kepolisian, pelaku mengaku turut melecehkan korban di depan para muridnya.
Fakta ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno pada YouTube tvOnenews, Rabu (15/12/2021).
Murid pelaku diketahui sebagian besar adalah perempuan di bawah umur.
Saat mengajar, pelaku biasa menggunakan sebuah bambu sebagai alat bantu mengajar.
Menggunakan bambu itu, pelaku mengaku membuka pakaian muridnya saat mengajar dan disaksikan para murid yang lain.