Terkini Daerah
Santriwati Korban HW Kembali Trauma, Takut Identitasnya Terungkap hingga Enggan Masuk Sekolah
Santriwati yang jadi korban rudapaksa HW (36) disebut kembali mengalami trauma hingga enggan masuk sekolah usai kasusnya menghebohkan masyarakat.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Santriwati yang jadi korban rudapaksa HW (36) disebut kembali mengalami trauma hingga enggan masuk sekolah usai kasusnya menghebohkan masyarakat.
Petugas Unit Pelaksana Teknis Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bandung, Listyaningati menyebut bahwa satu korban yang ada di Kota Bandung takut identitasnya terungkap.
"Korban yang sudah tenang dan mau sekolah kini sedih lagi dan enggan sekolah takut diketahui identitasnya," ujar Lies, Selasa (14/12/2021), dikutip dari Tribun Jabar.
Baca juga: Rudapaksa 12 Santriwati di Bandung, Pakar Nilai HW Tak Pantas Disebut Guru: Dia Penculik
Baca juga: Fakta Baru Kasus Guru Rudapaksa 21 Remaja, Korban Bukan Santriwati tapi Diculik dan Dieksploitasi
Padahal, awalnya korban sudah menjadi lebih baik setelah menjalani trauma healing yang dilakukan pihaknya.
Korban juga sudah mau kembali bersekolah setelah sempat menolak, kini korban kembali takut masuk sekolah karena ketakutan usai kasusnya heboh.
"Korban semula trauma tapi setelah diberikan perlindungan dan pendampingan sekarang sudah kembali sekolah," jelasnya.
Ia, sebenarnya juga mengaku khawatir dengan hebohnya kasus rudapaksa yang dialami oleh korban.
Yang dikhawatirkan adalah bila ada pihak-pihak yang berusaha menemui korban untuk kepentingan tertentu terutama dari wartawan atau konten kreator yang ingin menggali keterangan korban.
"Lebih baik jangan temui korban, apalagi sampai memaksa itu sama dengan tindakan kekerasan mental," ujar Lies.
Saat diwawancara, dia juga mengutarakan harapan agar media bisa menahan diri dan bekerja sama untuk melindungi para korban.
Baca juga: Ridwan Kamil Khawatir Kasus Pencabulan Santriwati Jadi Konten YouTuber: Cari Sensasi Tambahan
Menurut dia, saat ini, hal itu lah yang paling penting.
Kondisi Belum Stabil
Hal yang sama juga diungkap Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya Ato Rinanto.
Pihaknya menyebut ada korban di wilayahnya yang kondisinya hingga kini belum stabil.
Pun, pihaknya belum berani memaksa untuk bertemu dengan korban dan memilih untuk menunggu kondisi korban menjadi lebih baik.