Terkini Daerah
Guru Ngaji di Lubuklinggau Lakukan Hubungan Sejenis ke Siswa SMP sejak Korban Masih SD
Seorang guru ngaji mengaku sudah puluhan kali memaksa muridnya untuk melakukan hubungan sejenis, sejak korban masih SD hingga kini SMP.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Nasib miris dialami oleh seorang bocah laki-laki berinisial Z (11).
Z diketahui sudah puluhan kali dipaksa melakukan hubungan sejenis oleh guru ngajinya yang berinisial S di kediaman korban di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Parahnya, Z telah menjadi korban pencabulan S sejak korban masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga kini sudah menjadi siswa sekolah menengah pertama (SMP).
Baca juga: 3 Fakta Guru Ngaji Cabul di Depok, Lecehkan 10 Bocah Perempuan hingga Punya 2 Istri
Baca juga: Ridwan Kamil Khawatir Kasus Pencabulan Santriwati Jadi Konten YouTuber: Cari Sensasi Tambahan
Dikutip dari SRIPOKU.com, pelaku diketahui merupakan guru privat ngaji korban.
Ia biasa melakukan aksi bejatnya di rumah korban ketika situasi sepi.
Mengaku sudah puluhan kali memaksa korban melakukan hubungan sejenis, pelaku mengancam akan membunuh korban jika korban tak mau menurut.
Pelaku mengaku dirinya hanya melakukan pelecehan kepada Z saja.
Berdasarkan keterangan warga di tempat pelaku tinggal, tidak ada yang aneh dari pelaku.
Pelaku bahkan telah memiliki istri dan satu anak.
Selama ini pelaku tinggal di sebuah kontrakan.
Kesehariannya, pelaku juga kerap mengajar ngaji di tempat lain dan menjadi imam di masjid.
"Terkait informasi yang bersangkutan mengajar di sekolah, kami belum dapat informasi," ungkap lurah di tempat pelaku tinggal.
Pihak kepolisian menyatakan, masih terus mendalami kasus ini.
Baca juga: Reaksi Ayah Gaga Muhammad soal Kabar Laura Anna Meninggal Dunia, Pengacara Wakilkan Buka Suara
Ia meminta kepada warga agar melapor jika ada yang merasa anak mereka menjadi korban pencabulan S.
"Terkait kasus ini kami sedang melakukan pengembangan dan mempersilahkan para orang tua untuk melapor apabila ada korban lainnya," ungkap Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono melalui Kasatreskrim AKP M Romi, Rabu (15/12/2021).