Terkini Daerah
2 Bulan Kasus Kegiatan Menwa UPN Tewaskan Mahasiswi Tak Ada Kabar, Kampus Dituduh Tak Transparan
Tidak diketahui tindak lanjut apa yang dilakukan, hingga mahasiswa menganggap pihak kampus menutup-nutupi kasus ini.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
Korban diketahui meninggal dunia di tengah kegiatan long march berjarak sekitar 10-15 kilometer.
"Pada hari Sabtu, ada kegiatan berjalan kaki untuk anggota Menwa tersebut," ujar Rama saat menggelar aksi unjuk rasa di UPN, Selasa (30/11/2021).
Rama menegaskan, sebelum mengikuti kegiatan itu, korban dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit.
Namun, di tengah perjalanan saat ia berjalan kaki, korban kemudian merasa kelelahan dan sempat dianggap kesurupan.
"Saudari Fauziah (Lala) ini nampak kelelahan. Dan kemudian ini awalnya dari pihak Menwa menyangka bahwa itu adalah kesurupan. Penanganan kesehatan ini yang kami permasalahkan," kata Rama.
Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan ambulans, nahas, dirinya tewas saat dalam perjalanan.
"Orangtua atau keluarga baru mengetahui jam 8 malam adanya kejadian itu. Orangtua memastikan yang bersangkutan itu dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit bawaan," kata Rama.
Adapun, lima tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut adalah:
1. Penjelasan kronologi rinci mengenai pemberetan Menwa hingga berujung Lala meninggal dunia.
2. Menuntut tanggung jawab secara kelembagaan dari Menwa.
3. Mempertanyakan izin kegiatan.
4. Tuntutan ke rektorat untuk bubarkan Menwa.
5. Mengutuk keras tindakan Menwa. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)
Artikel ini diolah dari Tribun Jakarta yang berjudul UPN Veteran Jakarta Ungkap Banyak Kesalahan Informasi Kasus Mahasiswi Meninggal Saat Kegiatan Menwa dan Pembaretan yang Tewaskan Mahasiswi Tak Berizin, Mahasiswa Desak Menwa Dibubarkan, Rektor Bereaksi