Terkini Daerah
Diduga Diracun, Sejumlah Anjing Mati Mendadak di Sekitar Sirkuit Mandalika, Ini Kata Warga
Warga Desa Ebunut di sekitar Sirkuit Mandalika menyebut bahwa anjing-anjing milik warga sengaja diracun oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Sejumlah Anjing di sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diketahui mati mendadak dan ada dugaan bahwa anjing itu mati karena diracun.
Warga Desa Ebunut di sekitar Sirkuit Mandalika menyebut bahwa anjing-anjing milik warga sengaja diracun oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Mereka dikasih makan telur yang diberi racun, besoknya kita temukan bangkai mereka,” kata warga setempat, Seneng (45), dikutip dari Kompas.com Selasa (23/11/2021).
Baca juga: Fakta Dukun di Magelang Habisi 2 Pria Pakai Racun Sianida, Ingin Kuasai Uang Rp25 Juta Milik Korban
Baca juga: Video Tenaga Kesehatan Bunuh Anjing Milik Pasien Karantina Covid-19 Viral, Picu Kecaman Warga China
Seneng juga merupakan warga yang kehilangan anjingnya, dan ditemukan tewas di sekitar sirkuit.
Ia bercerita menemukan anjingnya pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
"Sedih saya, melihatnya mati seperti itu, setahun saya bersama anjing itu," katanya.
Kejadian ini mulai terjadi jelang perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika.
Awalnya, kejadian ini diketahui ketika pengunjung yang berada di areal UMKM Sirkuit Jalan Raya Pertamina Mandalika, mengeluhkan bau di lokasi.
Setelah dicari tahu, ternyata ditemukan bahwa ada anjing yang tewas di sekitar lokasi.
Dalam cerita Seneng, ia mengatakan bahwa malam sebelum ia menemukan anjingnya, ada petugas yang memintanya menangkap anjing dengan cara diracun agar tidak menganggu acara di sirkuit.
Baca juga: Fakta Kematian Anjing Canon di Aceh yang Viral, Ternyata Pemilik Mengakui Anjingnya Meresahkan Warga
Hingga kini, ada sekitar tujuh anjing yang sudah diketahui tewas secara mendadak dan hampir bersamaan di desa itu.
Perihal diminta menangkap anjing, Seneng bukan saksi satu-satunya.
Muchlis, yang juga warga di sana mengaku sempat ditawari hal yang sama.
Ia dijanjikan uang senilai Rp 100 ribu rupiah untuk satu ekor anjing yang ditangkap.
"Enggak mau saya, masa kita tega racun anjing yang selama ini menjaga kita, tapi kok ya tiba tiba anjing kami mati," kata Muchlis.