Breaking News:

Terkini Internasional

Atlet Peng Shuai Tak Terlihat Publik seusai Bongkar Kasus Pelecehan, Kini Muncul Pesan Mencurigakan

Sejak membongkar kasus pelecehan seksual, sosok bintang tenis Peng Shuai tak terlihat. Kini muncul pesan yang keasliannya diragukan berbagai pihak.

AFP/William West
Atlet tenis dunia asal China, Peng Shuai, secara terbuka menuduh mantan Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli melakukan pelecehan seksual. Sejak membongkar kasus pelecehan seksual, sosok bintang tenis Peng Shuai tak terlihat. Kini muncul pesan yang keasliannya diragukan berbagai pihak. 

TRIBUNWOW-COM – Keberadaan atlet tenis dunia asal China, Peng Shuai, dipertanyakan seusai secara terbuka menuduh seorang pensiunan mantan pejabat melakukan pelecehan seksual.

Pengakuan tersebut diunggah dalam postingan di situs media sosial China, Weibo, yang beberapa saat kemudian dihapus, Selasa (2/11/2021).

Pihak berwenang secara cepat langsung menghentikan penyebaran tuduhan, dengan pemberlakuan sensor online yang bahkan memblokir kata ‘tenis’.

Mantan Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli.
Mantan Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli. (YouTube/Arirang News)

Baca juga: Kesaksian Bintang Tenis Peng Shuai, Dipaksa Berhubungan Seksual dengan Mantan Wakil PM China

Baca juga: Video Tenaga Kesehatan Bunuh Anjing Milik Pasien Karantina Covid-19 Viral, Picu Kecaman Warga China

Beberapa pihak berusaha mencari tahu kondisi Peng Shuai karena tidak terdengar kabarnya, sejak dia membuat tuduhan penyerangan seksual terhadap mantan Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli.

Dilansir dari BBC, Ketua Women’s Tennis Association (WTA) mengaku telah meragukan email yang dirilis di media pemerintah China, yang dikaitkan dengan Peng Shuai.

Steve Simon sebagai ketua WTA mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa dia “sulit mempercayai” email itu ditulis oleh Peng sendiri atau pun atas namanya.

Media penyiaran CTGN menerbitkan korespondensi yang diduga ditulis oleh Peng secara online, Rabu (17/11/2021).

Dalam pernyataan berisi ungkapan Peng itu, mengklaim bahwa dirinya tidak hilang dan berada dalam kondisi yang aman.

"Saya baru saja beristirahat di rumah dan semuanya baik-baik saja.”

Email tersebut juga menyebut tuduhan penyerangan seksual yang dikaitkan dengannya adalah palsu.

Berbagai tanggapan dilontarkan dari para pengguna media sosial yang juga meragukan keaslian email tersebut.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved