Cerita Selebriti
Nirina Zubir Terisak Sebut Ibu Meninggal Tak Tenang, Bongkar Catatan Terakhir soal Penipuan oleh ART
Nirina Zubir menangis menuturkan nasib yang diderita mendiang ibunya, Cut Indria Marzuki.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
Ia pun berharap kasus tersebut bisa terus diurus hingga selesai lantaran melibatkan oknum-oknum PPAT yang diduga sebagai jaringan mafia tanah.
"Ibu saya meninggal dalam tidurnya, saya bersyukur ibu saya tidak melalui sakit apa pun, tapi saya masih ada sakit hati karena di sini urusannya orang terdekat ibu saya, yang melakukan ini," tutur Nirina Zubir.
"Yang kedua adalah saya sakit hati, saya pengin kasus ini dikawal, dikarenakan ada sangkut pautnya dengan orang-orang yang mengerti hukum, tapi menyalahgunakan wewenang mereka, adalah PPAT di sini."
Baca juga: Kronologi Nirina Zubir dan Keluarga Jadi Korban Penggelapan, Warisan Mendiang Ibu Lenyap Digasak ART
Baca juga: Kondisi Terkini Rumah Duka Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah, Nirina Zubir Tampak Menahan Tangis
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 05.12:
Kronologi Penggelapan Surat Tanah
Sebelumnya, Nirina Zubir sempat menceritakan kronologi kejadian yang rupanya baru diketahui setelah sang ibu meninggal dunia.
Melalui konferensi pers yang dilakukan di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021), ia ditemani sang kakak, Fadhlan Karim dan kuasa hukum memberi penjelasan.
Rupanya, ibu Nirina yang saat itu kondisinya sudah mulai menurun, tak menemukan surat-surat tanah miliknya.
Sang ibu pun meminta tolong asisten rumah tangga kepercayaannya untuk mengurus surat tersebut.
Namun, sang ART justru menyalah gunakan kepercayaan tersebut dan mengubah nama aset sang ibu.
"Awal mulanya adalah ibu saya mengira surat-surat tanahnya hilang, sehingga dia minta tolong ART yang memang sudah berkerjasama dari tahun 2009 untuk dibantu diurus suratnya," kata Nirina Zubir dilansir kanal YouTube Star Story.
"Alih-alih diurus, kenyataan yang terjadi adalah dia diam-diam menukar surat-surat yang diminta tolong itu dengan namanya pribadi, atas nama Riri Kasmita bersama suaminya, Edrianto."
Menurut penyelidikan, enam surat tanah tersebut sudah digunakan ART-nya untuk mendapatkan uang.
Beberapa digadaikan dan dijual, diduga sebagai modal untuk membuka usaha ayam frozen.
"Ada sebagian diagunkan ke bank, dan sebagian lagi dia jual," terang Nirina Zubir.