Terkini Internasional
Tak Terima Gajinya Dipotong Rp 7 Ribu karena Terlambat 2 Menit, Masinis di Jepang Gugat Perusahaan
Seorang masinis tak terima ketika perusahaan memotong gajinya Rp 7 ribu, hanya karena kesalahannya yang terlambat dua menit mengambil alih kereta.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM – Seorang masinis di Jepang menggugat atasannya setelah gajinya dipotong sebesar 56 yen atau sekitar Rp 7 ribu.
Pemotongan tersebut dilakukan karena sang masinis dianggap menyebabkan keterlambatan selama satu menit, pada sistem kereta api di negara itu yang terkenal tepat waktu.
Media lokal Jepang, Yomiuri Shinbun, melaporkan masinis itu mengajukan gugatan kepada West Japan Railway (JR West) pada awal tahun ini.
Baca juga: Sambungan Pipa Salah, Rumah Sakit di Jepang Tak Sengaja Pakai Air Toilet untuk Minum selama 30 Tahun
Baca juga: Mantan Perawat Jepang Campur Infus dengan Disinfektan, Diduga Bunuh 20 Pasien dalam 2 Bulan
Sementara, kesalahan kerja yang dilakukannya sudah terjadi sejak Juni 2020.
Merasa tak terima gajinya dipotong, masinis yang tidak disebutkan identitasnya itu menuntut ganti rugi atas perlakuan atasannya hingga Rp 225 juta, untuk tekanan mental yang disebabkan oleh hukuman tersebut, dikutip dari AFP, Kamis (11/11/2021).
Seorang juru bicara JR West mengkonfirmasi gugatan yang diajukan masinis itu pada Kamis (11/11/2021).
Namun, pihaknya menolak untuk berkomentar dengan menyebut “karena gugatan itu tertunda”.
"Alasan mengapa ini menjadi gugatan adalah perbedaan cara menafsirkan (penyebab penundaan sistem kereta),” katanya.
Pihaknya juga menambahkan bahwa perusahaan telah menerapkan aturan "tidak bekerja, tidak ada gaji", seperti yang diberlakukan pada karyawan yang datang terlambat atau absen tanpa kejelasan.
Peristiwa tersebut bermula ketika sang masinis dijadwalkan untuk membawa kereta tanpa penumpang ke stasiun Okayama di Jepang Barat.
Sayangnya, dia pergi ke peron yang salah saat itu, sambil menunggu untuk mengambil alih kereta dari masinis sebelumnya.
Ketika dia menyadari sudah datang ke peron yang salah, dia langsung bergegas untuk pindah.
Namun, kesalahannya tersebut sudah menunda proses pergantian masinis selama dua menit.
Baca juga: 2 Terpidana Mati Jepang Tuntut Negara karena Pemberitahuan Eksekusi Mendadak, Sebut Tak Manusiawi
Baca juga: Kesaksian Joker, Pelaku Penyerangan di Kereta Tokyo hingga Kecaman Jepang: Mengerikan dan Brutal
Artinya, terjadi penundaan satu menit dalam keberangkatan kereta, yang juga akan tiba lebih lambat dari yang sudah dijadwalkan.
JR West berargumen bahwa pemotongan gaji yang dilakukannya adalah hal yang pantas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/jepang-kereta.jpg)