Terkini Daerah
Bantahan Polda Sumut soal Oknum Polisi Diduga Peras Terapis Pijat hingga Rp 50 Juta, Sebut Penipu
Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya buka suara soal dugaan kasus anggota polisi memeras tempat pijat di Kota Siantar.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya buka suara soal dugaan kasus anggota polisi memeras tempat pijat di Kota Siantar.
Dilansir TribunWow.com, Polda Sumut membantah tuduhan tersebut.
Sebelumnya, rekaman CCTV saat oknum polisi meminta uang Rp 50 juta pada terapis pijat viral di media sosial.
Menurut Kabid Humas Polda Umut, Kombes Hadi Wahyudi, orang dalam video itu hanya mengaku-ngaku sebagai polisi.
Meski membantah, Hadi mengakui jika pihaknya menerima jaminan agar para terapis pijat itu tidak ditempatkan di panti rehabilitasi.
Baca juga: Rizky Billar Rutin Pijat Seminggu Sekali, Tukang Urut Sebut Alasan Suami Lesti Kejora: Biar Jos
Baca juga: Dihuni Banyak Pria Kemayu, Kos di Solo Ternyata Jadi Panti Pijat Layani Lelaki Penyuka Sesama Jenis
Jaminan tersebut berupa surat permohonan yang ditandatangani keluarga karyawan panti pijat.
"Atas jaminan itu, penyidik memberikan kesempatan untuk kelima orang ini pulang ke rumahnya masing-masing," ujar Hadi, dikutip dari TribunMedan.com, Jumat (5/11/2021).
Ucapan Hadi itu bertolakbelakang dengan pernyataan terapis pijat berinsial S.
S sempat mengatakan orang-orang yang meminta uang Rp 50 juta adalah petugas polisi.
Pasalnya, permintaan uang Rp 50 juta disampaikan juga ketika mereka diperiksa di Subdit Renakta Dir Reskrimum Polda Sumut.
Namun, mendadak pernyataan Suli berubah setelah tiba di Polda Sumut untuk diperiksa.
"Uang yang ditransfer itu bukan kepada Polda, tetapi kepada orang yang mengaku polisi," terang S.
"Jadi, tidak ada pemerasan dilakukan oleh anggota Poldasu."
Sementara itu, terapis pijat lain berinisial D menyebut uang Rp 35 juta ditransfer kepada pria berinisial LFS.
LFS merupakan langganan di tempat terapi pijat itu.
Baca juga: Detik-detik Anggota Polisi Tewas di Panti Pijat Makassar, Sempat Kejang-kejang hingga Mulut Berbusa
Baca juga: Alat Vital Berubah seusai Diobati, Pelanggan Bunuh Kakek Tukang Pijat Pakai Parang, Ini Kata Polisi