Breaking News:

Terkini Daerah

2 Mahasiswanya Jadi Tersangka atas Tewasnya Gilang di Diklat Menwa, UNS Beri Pendampingan Hukum

Kedua mahasiswa itu, kini telah resmi ditetapkan tersangka atas dugaan penganiayaan yang mengakibatkan Gilang meninggal dunia

Tribun Solo/Fristin Intan Sulistyowati
Rektor UNS, Jamal Wiwoho turut hadir saat pengumuman tersangka kasus tewasnya Gilang Endi Saputra (20) saat diklat Menwa di Mapolresta Solo, Jumat (5/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Jamal Wiwoho menyebut akan memberikan pendampingan hukum bagi dua mahasiswanya NFM (22) warga Pati dan FPJ (22) yang diduga terlibat dalam tewasnya Gilang Endi Saputra (20) di Diklat Mahasiswa (Menwa)'>Resimen Mahasiswa (Menwa). 

Kedua mahasiswa itu, kini telah resmi ditetapkan tersangka atas dugaan penganiayaan yang mengakibatkan juniornya meninggal dunia. 

"Langkah-langkah yang kami lakukan yang pertama adalah melakukan pendampingan kepada ada tersangka dari Fakultas Hukum UNS," ujarnya di Mapolresta Surakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (5/11/2021), seperti dikutip dari Tribun Solo

Baca juga: Diduga Aniaya GE hingga Meninggal di Diklat Menwa, Inilah Sosok 2 Mahasiswa UNS yang Jadi Tersangka

Baca juga: 2 Panitia Diklat Menwa UNS Terbukti Pakai Alat Hajar Mahasiswa hingga Tewas

Hal itu dia sampaikan saat pengumuman penetapan kedua tersangka yang juga dihadiri oleh ayah korban.

Menurutnya, kasus ini merupakan cobaan yang berat bagi pihak universitas yang dipimpinnya. 

Kemudian, dihadapan pihak keluarga korban, dia juga turut mendoakan Gilang agar mendapat tempat terbaik setelah kematian.

"Memohon maaf kepada keluarga almarhum GE, semoga seluruh amal perbuatan dari almarhum diterima di sisi-Nya," katanya.

"Ini merupakan kabar sedih rasanya, kami atas nama pimpinan Universitas Sebelas Maret, dan merupakan cobaan yang begitu berat ini." 

Dia pun berjanji akan menyelesaikan kasus ini secara hukum yang berlaku. 

Atas hal itu, dia meminta doa kepada pihak-pihak terkait agar kasus ini bisa berjalan dengan adil. 

"Doakan kami bisa menyelesaikan masalah masalah ini secara hukum dalam proses-proses yang berlaku di Indonesia," katanya.

Baca juga: Lama Tak Muncul, Rektor UNS Jamal Wiwoho Akhirnya Buka Suara terkait Tewasnya GE dalam Diklat Menwa

"Kami turut serta patuh dan taat koordinasi dengan Polresta Surakarta," jelas dia.

Disinggung soal nasib mahasiswanya yang diduga melakukan tindakan kriminal itu, Jamal menyebut masih akan taat pada aturan yang ada. 

Dia menjelaskan bahwa mekanisme terkait status kemahasiswaan sudah memiliki aturan tersendiri. 

"Menunggu dulu proses ini, dilimpahkan ke kejaksaan setelah kejaksaan akan dilimpahkan ke pengadilan, kami sudah punya aturan-aturan tentang kode etik mahasiswa," terang dia.

"Kami akan menunggu proses hukum sampai keputusan hakim," harapnya.

Sejumlah mahasiswa UNS sendiri diketahui meminta agar unit kegiatan mahasiswa yang menyebabkan seorang mahasiswa tewas itu agar dibubarkan. 

Kini, Jamal menjelaskan bahwa statusnya hanya dibekukan sementara. 

"Sudah dibekukan, sudah tidak ada lagi kegiatan yang mengatasnamakan Menwa, InsyaAllah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa itu tidak ada lagi," ungkap dia.

Sosok Tersangka

Halaman
123
Sumber: Tribun Solo
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved