Konflik di Afghanistan
Sempat Dirumorkan Tewas, Sosok Pemimpin Tertinggi Taliban Haibatullah Akhundzada Muncul di Publik
Untuk pertama kalinya sejak memimpin Taliban pada 2016, Haibatullah Akhundzada yang dikenal tertutup muncul di publik, seusai sempat dirumorkan tewas.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Mohamad Yoenus
Hingga kini, tidak ada negara yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban sejak mereka mengambil alih Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu.
Sementara, miliaran dolar aset dan dana negara di luar negeri juga telah dibekukan, hingga terpaksa menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan yang parah.
“Pesan kami kepada Amerika adalah, jika terus tidak diakui, masalah di Afghanistan berlanjut, itu adalah masalah kawasan dan bisa berubah menjadi masalah bagi dunia," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada wartawan dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Minggu (31/10/2021).
Mujahid mengatakan alasan Taliban dan AS berperang terakhir kali juga karena keduanya tidak memiliki hubungan diplomatik.
"Isu-isu yang menyebabkan perang itu, bisa diselesaikan melalui negosiasi, bisa juga diselesaikan melalui kompromi politik," kata Mujahid.
Dia juga menambahkan bahwa pengakuan masyarakat internasional adalah hak rakyat Afghanistan.
AS diketahui menginvasi Afghanistan pada 2001 setelah serangan 11 September.
Saat itu, pemerintah Taliban menolak untuk menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.
Meskipun tidak ada negara yang mengakui pemerintahan Taliban, para pejabat senior dari sejumlah negara telah bertemu dengan para pemimpin gerakan itu, baik di Kabul maupun di luar negeri, seperti Turkmenistan, China hingga Pakistan. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkait Konflik di Afghanistan lain
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/akhundzada-taliban.jpg)