Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Sempat Dirumorkan Tewas, Sosok Pemimpin Tertinggi Taliban Haibatullah Akhundzada Muncul di Publik

Untuk pertama kalinya sejak memimpin Taliban pada 2016, Haibatullah Akhundzada yang dikenal tertutup muncul di publik, seusai sempat dirumorkan tewas.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Mohamad Yoenus
AFP
Pemimpin tertinggi Taliban Haibatullah Akhundzada. Untuk pertama kalinya sejak memimpin Taliban pada 2016, Haibatullah Akhundzada yang dikenal tertutup muncul di publik, seusai sempat dirumorkan tewas, Minggu (31/10/2021). 

Haibatullah Akhundzada awalnya dikenal sebagai tokoh agama yang rendah hati.

Dia kemudian bangkit menjadi pemimpin Taliban dalam transisi kekuasaan yang cepat, seusai serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat pada 2016 lalu, menewaskan pendahulunya Mullah Akhtar Mansour.

Seusai diangkat sebagai pemimpin, dia mendapatkan dukungan dari pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, yang memberinya banyak pujian, hingga menyebutnya “emir orang beriman”.

Baca juga: Larangan Taliban Buat Harga Opium Melonjak, Pedagang di Afghanistan: Haram tapi Tak Ada Pilihan Lain

Baca juga: Ratusan Warga Padati Kantor Paspor Afghanistan seusai Diumumkan akan Segera Dibuka Lagi oleh Taliban

Pengesahan oleh pewaris Osama bin Laden itu, membantu menyegel kredensial jihadnya dengan sekutu lama Taliban.

Akhundzada ditugaskan untuk menyatukan gerakan Taliban yang sempat retak selama perebutan kekuasaan setelah pembunuhan Mullah Akhtar Mansour, dan kematian pendiri Taliban, Mullah Omar, yang telah disembunyikan selama bertahun-tahun.

Peran publiknya sebagian besar terbatas pada pemberian pesan selama hari libur Islam.

Dia juga diyakini menghabiskan lebih banyak waktunya di Kandahar.

Pesan terakhir yang disampaikan oleh Akhundzada adalah pada 7 September lalu, yang mengatakan kepada pemerintah Taliban yang baru diangkat di Kabul, untuk menegakkan hukum Syariah saat memerintah Afghanistan.

Pekan lalu, Gubernur Taliban di Kandahar, Mullah Yussef Wafa, bersama sekutu dekat Akhundzada mengatakan bahwa dia melakukan kontak rutin dengan pemimpin tertingginya yang misterius itu.

"Kami mengadakan pertemuan rutin dengannya tentang pengendalian situasi di Afghanistan dan bagaimana membuat pemerintahan yang baik," katanya dalam sebuah wawancara dengan AFP.

"Karena dia adalah guru kami, dan guru semua orang, kami mencoba belajar sesuatu darinya," tambahnya.

"Dia memberikan nasihat kepada setiap pemimpin Imarah Islam Afghanistan dan kami mengikuti aturannya, sarannya, dan jika kami memiliki pemerintahan yang progresif di masa depan, itu karena nasihatnya."

Di sisi lain, baru-baru ini Taliban mendesak AS dan negara-negara lain untuk mengakui pemerintahan mereka di Afghanistan pada Sabtu (30/10/2021).

Mereka mengatakan bahwa jika tak kunjung ada pengakuan, maka akan menimbulkan masalah yang tidak hanya menyangkut negara terkait saja tetapi juga seluruh dunia.

Tuntutan Taliban itu juga mencakup permintaan agar pembekuan dana Afghanistan dihentikan.

Halaman 2/3
Tags:
TalibanHaibatullah AkhundzadaIslamKandahar
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved