Terkini Daerah
Polisi di Medan Nyaris Tewas Dikeroyok Preman, Keluarga Korban Ditombak Pelaku saat di Mobil
Niat ingin melakukan mediasi, seorang polisi di Medan justru nyaris tewas jadi korban pengeroyokan preman.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Berawal dari urusan bisnis, seorang anggota Polsek Medan Timur bernama Aipda Eko Sugiawan nyaris tewas seusai dikeroyok oleh preman.
Kejadian ini terjadi di Perumahan Kalpatara Indah, Jalan Setia Budi, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (22/10/2021) lalu.
Tak hanya Aipda Eko yang terluka, keluarga korban pun tak luput dari serangan para pelaku.
Baca juga: Ditolak saat Minta Restu di Rumah Kekasih, Pria di Rohul Hajar Ayah Pacarnya hingga Tewas
Baca juga: Danu Mengaku Melihat 2 Sosok di TKP Pembunuhan di Subang, Kades Jalancagak: Entah Bohong Apa Tidak
Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, kejadian ini bermula ketika kakak kandung Aipda Eko, Edi Susanto terlibat bisnis dengan seorang anggota ormas masyarakat berinisial DK.
Edi dan dua rekannya diketahui menyewakan sejumlah unit truk kepada DK.
"Awalnya datanglah DK ini, sebelumnya memang sudah kenal. Sudah pernah merental sama kita sekali dua kali, enggak ada masalah. Makanya kita percaya sama dia," kata Edi kepada Tribun-medan.com, Minggu (31/10/2021).
Kala itu Edi dan dua rekannya bersama DK sudah sepakat jika harga sewa truk dihitung per hari dan satu truk dipatok harga Rp 900 ribu.
DK kala itu menyewa tujuh unit selama enam hari.
DK mengaku kepada Edi bahwa truk tersebut ia pakai untuk bekerja bersama dengan ketua OKP/Ormas di Kabupaten Langkat.
"Dia bilang kerja sama dengan ketua ormas sana, mau nimbun PKS. Sama kita ya terserah, yang penting bayar uang rental," tuturnya.
Edi bercerita, DK saat itu sempat meminta surat tanda terima untuk pencairan dana sewa truk.
Setelah dibantu dibuatkan tanda terima, DK diketahui sudah menerima uang dari ormas yang ia ikuti sebanyak Rp 37,8 juta.
Kemudian, setelah berjalan dua hari, tiba-tiba DK menghubungi Edi mengatakan dia tidak sanggup dan meminta agar penyewaan dibatalkan.
"Dipulangkan semua (truk yang disewa), karena enggak sanggup bayar rental. Jadi ku telpon DK ini, hitungan dulu kita, tapi dia enggak datang," sebutnya.
Edi bercerita, di hari berikutnya ada anggota ormas mendatangi kantornya dan memaki-maki.