Terkini Daerah
Detik-detik Anggota Polisi di Medan Diserang Puluhan Anggota Ormas, Korban Penuh Luka Bacok
Seorang anggota polisi di Medan menjadi sasaran oleh puluhan anggota ormas yang mengamuk.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Seorang polisi di Medan, Sumatera Utara, menjadi korban sasaran penyerangan oleh puluhan orang dari sebuah Ormas.
Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka bacok di beberapa bagian tubuhnya.
Dilansir TribunWow.com, polisi tersebut bernama Aipda Eko Sugiawan yang berdinas di Polsek Medan Timur.

Baca juga: Tukang Sayur di Medan Jadi Tersangka padahal Ditikam Preman, Dilaporkan Memukul Duluan
Kejadiannya terjadi di Jalan Setia Budi, Perumahan Kalpatara Indah, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, pada Jumat (22/10/2021) lalu.
Selain membacok korban, pelaku yang berjumlah puluhan orang itu juga menghancurkan rumah serta mobil milik kerabat korban.
Insiden tersebut sempat terekam kamera pengawas atau CCTV.
Dikutip dari Tribun-Medan.com, dalam rekaman tersebut tampak puluhan mobil masuk ke dalam komplek dan melakukan penyerangan terhadap sebuah rumah.
Asal Mula dan Kronologi Keributan
Penyerangan yang menyasar rumah milik seorang Polwan dan berbuntut pembacokan anggota Polsek Medan Timur itu terjadi di kawasan Kecamatan Medan Helvetia.
Kasus tersebut berawal dari polemik rental truk.
Edy Susanto yang merupakan suami Polwan Aiptu Surya Ningsih sekaligus abang dari Aipda Eko Sugiawan, menjelaskan tentang kronologis kejadiab tersebut.
Kejadian tersebut berawal dari transaksi sewa truk dengan seseorang berinisial DK, pada Rabu (13/10/2021) lalu.
Saat itu, Edy didatangin oleh DK yang mau menyewa mobil truknya sebanyak tujuh unit untuk dibawa ke daerah Kabupaten Langkat.
"Awalnya datanglah DK ini, sebelumnya memang sudah kenal. Sudah pernah merental sama kita sekali dua kali, nggak ada masalah. Makanya kita percaya sama dia," kata Edi kepada Tribun-medan.com, Minggu (31/10/2021).
Baca juga: Terjadi Lagi, Pedagang di Medan Jadi Tersangka seusai Ditikam dan Dianiaya Preman, Ini Kronologinya
Baca juga: Ibu di Medan Biarkan Pacarnya 2 Kali Cabuli Anak Kandung, Justru Minta Dibelikan iPhone
Saat itu, Edy mengaku tidak memiliki unit sebanyak yang diinginkan.