Terkini Daerah
Detik-detik Anggota Polisi di Medan Diserang Puluhan Anggota Ormas, Korban Penuh Luka Bacok
Seorang anggota polisi di Medan menjadi sasaran oleh puluhan anggota ormas yang mengamuk.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
Saat ia kembali, Edy bertemu dengan anggota Ormas tersebut.
Tak lama DK pun datang untuk menyelesaikan permasalahan penyewa mobil.
Kemudian, mereka pun saling berdebat hingga akhirnya DK menyarankan agar uang sewa dikembalikan oleh Edi.
"Karena kondisi kejepit, DK lah yang menyarankan upaya dipulangkan. Dibayarlah Pohan terutang Rp 8,55 juta, Anto Rp 7,225 juta, karena uang mereka kurang jadi ku talangin," katanya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan setelah semuanya selesai tiba-tiba dirinya didatangi lagi oleh anggota Ormas itu.
Pihak ormas protes bahwa hitungan pengembalian uang ada yang selisih.
"Selisih berapa lagi, kan sudah sepakat, si DK juga yang bilang sepakat. Jadi saya pun pulang," katanya.
Namun, saat itu ia diikuti oleh anggota Ormas ini sampai rumah.
Di rumah, mereka saling cek-cok hingga tak lama ada dua orang karyawannya datang dan terjadilah perkelahian antara karyawan nya dengan anggota Ormas itu.
Karena terjadi keributan, Edy mencoba melerai keributan dan mengusir anggota Ormas itu.
"Cabutlah orang itu. Saya berpikir pasti buat laporan polisi mereka. Jadi hubungi adik saya yang polisi. Konsultasi saya melalui telepon sama dia," katanya.
Kemudian, usai menghubungi adiknya yang berdinas di Polsek Medan Timur itu, ia putuskan untuk bertemu dengannya di Kantor.
"Jumpalah kami di kantor, ceritalah sama dia terkait masalah ini," sebutnya.
Sedang asik bercerita, tiba-tiba istrinya yang berdinas di Kantor Samsat Putri Hijau memberi kabar bahwa rumahnya diserang oleh puluhan orang.
Mendapat kabar itu, ia bersama adiknya langsung pulang menuju rumahnya.