Breaking News:

Terkini Daerah

4 Fakta Mahasiswa UNS Tewas saat Diklat Menwa, Korban Meninggal Bukan di RS, Ada Bekas Kekerasan

Kasus meninggalnya mahasiswa UNS Solo saat mengikuti Diklat Menwa hingga kini masih dalam penyelidikan. Ini faktanya.

Editor: Mohamad Yoenus
TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Kolase foto mahasiwa UNS yang tewas saat diklat Menwa. Kasus meninggalnya mahasiswa UNS Solo saat mengikuti Diklat Menwa hingga kini masih dalam penyelidikan. Ini faktanya. 

TRIBUNWOW.COM - Kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, GE (21) saat mengikuti Diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) hingga kini masih dalam penyelidikan.

Dari pemeriksaan sementara, terungkap sejumlah fakta terkait meninggalnya GE.

Berikut fakta dan perkembangan kasus tewasnya GE:

Potret Markas Menwa UNS Kamis (28/10/2021). Nampak sekretariat Menwa UNS tertutup rapat pasca tewasnya Gilang.
Potret Markas Menwa UNS Kamis (28/10/2021). Nampak sekretariat Menwa UNS tertutup rapat pasca tewasnya Gilang. (TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati)

1. Korban Diduga Meninggal sebelum Tiba di RS

Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Djohan Andika mengatakan, pihaknya menduga GE meninggal sebelum tiba di RSUD Dr Moewardi Solo.

Hal itu berdasarkan klarifikasi polisi kepada dokter yang pertama kali menangani GE.

"Hasil klarifikasi terhadap dokter yang pertama kali menerima (di RSUD Dr Moewardi), bahwa korban saat dibawa ke rumah sakit sudah tidak bernyawa," katanya dikutip dari video KompasTV, Jumat (29/10/2021).

Menurut AKP Djohan, begitu tiba di RSUD Dr Moewardi, korban langsung dibawa ke kamar jenazah, bukan ke IGD.

"Jadi, patut diduga bahwa korban itu meningggal dalam perjalanan, cuma nanti yang bisa menjelaskan secara detailnya adalah kita tunggu saja hasil dari autopsi forensik," jelasnya.

Baca juga: Kesaksian Keluarga Lihat Jasad Mahasiswa UNS Korban Diklat Menwa: Dari Muka Kelihatan

2. Diduga Ada Bekas Kekerasan

Berdasar pemeriksaan awal, polisi menyatakan ditemukan adanya indikasi kekerasan atau pemukulan yang kemudian mengakibatkan korban meninggal dunia.

Menurut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusydia, indikasi kekerasan itu terletak di bagian kepala.

"Korban terkena beberapa pukulan di bagian kepala," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (26/10/2021).

Luka di kepala tersebut yang kemudian diduga menyebakan korban meninggal dunia.

"Korban meninggal diduga akibat terjadi penyumbatan di bagian otak," jelas dia.

Adanya dugaan kekerasan itu juga dibenarkan oleh Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Dengan adanya dugaan kekerasan itu, polisi mengubah status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

"Karena adanya dugaan kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia," ungkapnya.

Baca juga: Markas Menwa UNS Dipenuhi Selebaran Protes setelah Tewasnya Gilang, Begini Reaksi Pihak Rektorat

3. Belum Ada Tersangka, 23 Saksi Sudah Diperiksa

Hingga Jumat siang pukul 13.00 WIB, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved