Breaking News:

Terkini Daerah

Tulisan Kapan Keluar Goa hingga UKM Pembunuh, Poster Protes Penuhi Sekre Menwa UNS

Sejak kasus tewasnya Gilang, nampak sekretariat Menwa UNS tertutup rapat seusai aktivitasnya dibekukan oleh pihak kampus.

TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati
Potret Markas Menwa UNS Kamis (28/10/2021). Nampak sekretariat Menwa UNS tertutup rapat pasca tewasnya Gilang. 

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian sampai saat ini masih terus mengusut kasus tewasnya Gilang Endi alias GE (21) yang meninggal dunia seusai mengikuti kegiatan pendidikan kilat dasar (diklatsar) resimen mahasiswa (menwa) di kampusnya di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah.

Korban yang merupakan mahasiswa sekolah vokasi itu meninggal dalam kondisi tubuhnya penuh luka pada Minggu (24/10/2021) malam.

Aktivitas Menwa UNS sendiri kini dibekukan sejak kasus tewasnya GE.

Jenazah GE yang meninggal saat diklat Menwa UNS di rumah duka Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021).
Jenazah GE yang meninggal saat diklat Menwa UNS di rumah duka Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021). (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

Baca juga: Muncul Petisi Bubarkan Menwa UNS setelah Tewasnya Peserta Diklat, Ribuan Mahasiswa Tanda Tangan

Baca juga: Bukti Baru Kasus Tewasnya Mahasiswa UNS saat Diklat Menwa, Polisi Sebut Barang Elektronik, Apa?

Dikutip TribunWow.com dari TribunSolo.com, terpantau pada Kamis (28/10/2021), sekretariat Menwa UNS nampak tertutup rapat.

Selain pembekuan sementara, Menwa UNS terancam dibubarkan jika memang terbukti melanggar peraturan kampus.

Penyidikan sementara, Polda Jawa Tengah dan Polresta Solo mengungkapkan adanya dugaan tindak kekerasan dalam kasus meninggalnya GE saat Diklatsar.

"Untuk saat ini kegiatan di Menwa sudah dibekukan sementara," kata
Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto, Kamis (28/10/2021).

Sutanto mengiyakan jika banyak tuntutan untuk membubarkan Menwa UNS seusai kasus tewasnya GE.

Di sekre Menwa UNS sendiri nampak poster-poster berisi protes memenuhi dinding hingga pintu sekretariat.

Beberapa poster tersebut bertuliskan sebagai berikut:

'Bubarkan Bubarkan Bubarkan Hancurkan', 'Menwa Calo Surga', 'Kalian Gagal untuk Gagah, Bubarkan UKM Pembunuh', 'Justice For Gilang', 'Kapan Keluar Goa?' serta 'UKM Kita Pembunuh'.

Kepala Dipukul Berkali-kali

Pihak keluarga mengaku tidak mendapat penjelasan yang jelas dari pihak Menwa terkait tewasnya GE.

Dikutip TribunWow.com dari TribunSolo.com, sementara itu pihak kepolisian saat ini telah menemukan penyebab tewasnya GE.

GE diketahui tewas karena kepalanya dipukul berkali-kali.

"Korban terkena beberapa pukulan di bagian kepala," terang Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy kepada TribunSolo.com, Selasa (26/10/2021).

"Korban meninggal diduga akibat terjadi penyumbatan di bagian otak," jelas dia.

Proses autopsi jasad GE dilakukan langsung oleh Kabid Dokes Polda Jateng Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti.

Menurutnya, hasil autopsi akan disampaikan secara resmi kurang dari sepekan.

Saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved