Breaking News:

Terkini Daerah

Belum Hamil, Menantu di Aceh Malah Dirudapaksa Ayah Mertua, Tersangka Ngaku Tergoda Lihat Korban

Kasus rudapaksa yang dilakukan seorang mertua berinisial ARH (39) terhadap menantunya memasuki babak baru.

Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi - Kasus rudapaksa yang dilakukan seorang mertua berinisial ARH (39) terhadap menantunya memasuki babak baru. 

TRIBUNWOW.COM - Kasus rudapaksa yang dilakukan seorang mertua berinisial ARH (39) terhadap menantunya memasuki babak baru.

ARH, seorang pria asal Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, nekat merudapaksa menantunya yang masih berusia 16 tahun.

Kasus pemerkosaan itu terjadi pada Rabu (22/9/2021) lalu sekira pukul 21.00 WIB.

Kapolres Gayo Lues (Galus), AKBP Carlie Syahputra Bustamam menyebut selama ini tersangka dan korban tinggal serumah.

Namun, selama satu tahun menikah dengan anak tersangka, JNH (16), korban belum dikaruniai anak.

"Korban sudah menjalani rumah tangga atau menikah dengan anak tersangka sebagai suami korban JNH (16) lebih kurang sudah satu tahun,” jelas Carlie, dikutip dari Serambinews.com, Kamis (21/10/2021).

“Namun pengantin baru itu belum dikaruniai anak hingga saat ini."

Baca juga: Dituding Tolak Laporan Korban Rudapaksa karena Belum Vaksin, Polda Aceh: Bahasanya Jangan Dipelintir

Baca juga: Bantah Tolak Laporan Terduga Korban Rudapaksa karena Belum Divaksin, Polisi: Bahkan Diberi Makan

Carlie menjelaskan sejak rudapaksa hingga kini korban belum dinyatakan hamil.

Kini, tersangka sudah mendekam di Mapolres Galus.

Selain itu, Kapolres juga membantah kabar yang menyebut tersangka nekat merudapaksa korban karena tergoda melihat sang menantu memakai pakaian seksi.

Menurut Carlie, pernyataan tersebut tak masuk akal dan hanya dibuat-buat oleh tersangka.

"Sebenarnya alasan itu dibuat-buat oleh tersangka ARH sendiri, kalau nafsu sudah memuncak apa saja bisa dilakukan,” tegasnya.

“Ini hanya alasan tersangka menantunya berpenampilan seksi, padahal penampilan korban atau menantunya sendiri dalam sehari-harinya yang berasal dari salah satu desa di Kecamatan Blangkejeren itu hanya biasa-biasa saja, tidak ada yang berlebihan."

Kronologi

AKBP Carlie mengatakan tersangka dan korban selama ini tinggal dalam satu rumah.

Aksi tersangka termasuk dalam kejahatan terhadap anak karena korban masih di bawah umur meski sudah menikah.

Kejadian ini bermula saat tersangka pergi ke tempat kenduri sunat rasul anaknya sekira pukul 19.30 WIB.

Baca juga: Atta Halilintar Tanggapi Ajakan untuk Bantu Psikologis Korban Rudapaksa di Luwu Timur: Ayo Berjumpa

Baca juga: Videokan Diam-diam, Pria Pergoki Pasangan Mesum Peras Uang Rp 500 Ribu dan Rudapaksa sang Wanita

Saat itu, tersangka pergi bersama istrinya, W (32), dan suami korban, JNH (16).

Sementara itu, korban ditinggal di rumah.

Saat itu, korban di rumah bersama ketiga adik iparnya.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved