Pembunuhan di Subang
Psikologis Terganggu, Danu Disebut Sangat Ketakutan Gara-gara Kasus Pembunuhan Tuti dan Amalia
Meskipun merasa takut, Yoris dan Danu diketahui sempat bersikeras enggan memakai pengacara karena merasa tak bersalah.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Dua saksi kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Subang, Jawa Barat, kini mulai memakai jasa pengacara atau kuasa hukum.
Jasa pengacara tersebut dipakai dua bulan seusai kasus ini berjalan dan pelaku masih belum ditetapkan.
Kedua saksi tersebut adalah Yoris (34) selaku anak Tuti dan Danu (21) selaku kerabat korban yang menjadi sorotan sebab ngaku diminta bantu polisi di tempat kejadian perkara (TKP) namun kenyataannya tidak diminta.
Baca juga: Kuasa Hukum Yoris dan Danu Lakukan Investigasi Mandiri Kasus Subang, Cek TKP dan Tanya Saksi
Baca juga: Pengacara Danu dan Yoris akan Lawan Isu-isu yang Sudutkan Kliennya di Kasus Pembunuhan Subang
Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, kondisi keduanya saat ini dikabarkan tengah merasa ketakutan.
Hal ini disampaikan oleh Tim kuasa hukum Yoris serta Danu, Achmad Taufan.
Achmad menyebut, kedua kliennya saat ini terus-terusan disudutkan.
"Ketika sudah dua bulan berjalannya kasus, mereka berdua ini mengalami tekanan yang luar bisa, ketakutan yang luar biasa, banyak yang mendukung banyak juga yang tidak, apalagi seumur Danu pasti psikoligisnya terganggu," ucap Achmad kepada wartawan, Rabu (20/10/2021).
"Jadi kemarin waktu saya tanyakan kepada keduanya, mereka ini keduanya tidak ingin memakai kuasa hukum, karena mereka merasa mereka tidak bersalah," katanya.
Achmad menjelaskan, dirinya sebagai praktisi hukum hanya membantu untuk memenuhi hak-hak Yoris dan Danu.
"Jadi alasannya sudah jelas di dua bulan belakang ini mereka merasa syok dan ketakutan yang luar biasa," ujarnya.
Saat ini, kuasa hukum Yoris dan Danu telah turun ke lapangan untuk memantau pengusutan kasus ini.
"Tujuannya adalah pasti kami akan investigasi kebenaran-kebenaran, mencari info-info, kami juga harus turut membantu kepolisian untuk mencari siapa sebenarnya pelaku yang benar-benar valid," kata Achmad.
Menurut Achmad, diharapkan dalam waktu dekat kasus perampasan nyawa Tuti Suhartini serta Amalia Mustika Ratu akan dapat terungkap oleh pihak kepolisian.
"Jika ada sesuatu yang mengganjal kami juga akan menyampaikan kepada pihak kepolisian, dengan harapan upaya kami ini membantu polisi siapa pelaku sebenarnya," ujar Achmad.
Pengakuan Danu Diklarifikasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/danu-saat-diwawancara.jpg)