Breaking News:

Terkini Internasional

Wanita Dirudapaksa di Kereta AS, Pelaku Pura-pura Ajak Ngobrol, Penumpang Malah Cuek Tak Menolong

Pelecehan seksual terjadi di kereta Philadelphia, tetapi penumpang lain hanya melihat dan tidak segera menolong hingga seorang petugas hubungi 911

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi pelecehan seksual. Pelecehan seksual terjadi di kereta Philadelphia, tetapi penumpang lain hanya melihat dan tidak segera menolong hingga seorang petugas hubungi 911. 

Penyelidik juga telah menerima laporan tentang beberapa penumpang yang merekam serangan menggunakan ponsel mereka, tetapi polisi belum mengkonfirmasi laporan tersebut.

Para penumpang yang ada di kereta dan hanya menyaksikan kejadian tanpa melakukan intervensi, dapat dituntut secara pidana jika mereka merekam serangan tersebut, kata Bernhardt.

Dia menyebut kantor kejaksaan Kabupaten Delaware akan membuat keputusan seperti itu seusai kepolisian menyelesaikan penyelidikan dan menyerahkan temuan mereka.

Serangan yang dilakukan Ngoy, mungkin dapat dihentikan lebih cepat jika seorang penumpang kereta segera menelepon 911, kata Busch, dikutip dari The Independent, Senin (18/10/2021).

“SEPTA mendesak siapa pun yang melihat kejahatan yang dilakukan atau situasi berbahaya apa pun yang terjadi untuk melaporkannya,” tambahnya.

“Siapa pun yang menyaksikan keadaan darurat harus segera menelepon 911.”

Wanita itu dibawa ke rumah sakit dan dirawat karena luka-luka yang dialaminya setelah serangan.

Pengadilan mendakwa Ngoy, pelaku yang berusia 35 tahun itu, dengan tuduhan rudapaksa, penyerangan seksual dan penyerangan tidak senonoh tanpa persetujuan.

Dilansir dari CNN, Ngoy ditahan di Penjara Kabupaten Delaware dan persidangan dijadwalkan digelar pada Senin (25/10/2021).

Bernhardt mengatakan pelaku tidak mengenal korban yang diserangnya.

“Wanita yang luar biasa kuat. Dia maju ke depan, dia memberikan banyak informasi. Dia dalam pemulihan, dan mudah-mudahan dia akan melewati ini,” katanya kepada afiliasi CNN, WPVI.

Manajer Umum SEPTA, Leslie Richards, mengatakan bahwa polisi tiba di lokasi dalam waktu tiga menit setelah dihubungi oleh seorang pegawai.

Richards menyebut pegawai itu bertindak cepat dan mungkin tidak tahu persis apa yang dilihatnya, tetapi segera melaporkan kejadian itu.

Kepala polisi SEPTA, Thomas Nestel III, mengatakan ada sangat sedikit pemberitahuan yang dilaporkan tentang insiden itu, meskipun ada sejumlah orang di kereta yang memegang ponsel dan menyaksikan langsung serangan.

“Saya dapat memberi tahu Anda, orang-orang mengangkat telepon mereka ke arah wanita yang diserang ini,” katanya ketika ditanya apakah penumpang di kereta merekam kejadian itu di ponsel mereka dan memposting video di media sosial. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Amerika Serikat lain

Tags:
rudapaksaPhiladelphiaKereta Api
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved