Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Ikut Autopsi Ulang Korban Kasus Subang, Ahli Forensik Polda Jateng Komentari Hasil Autopsi Pertama

Dia pun ikut memberi komentar terkait hasil autopsi pertama yang dilakukan setelah kedua jasad tersebut ditemukan di TKP. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube/Tribunnews
Dokter ahli forensik Sumy Hastry Purwanti dalam wawancara yang diunggah kanal YouTube Tribunnews pada Senin (18/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah (Jateng) Sumy Hastry Purwanti diketahui ikut terlibat dalam proses autopsi ulang kedua jenazah yang jadi korban pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. 

Dia pun ikut memberi komentar terkait hasil autopsi pertama yang dilakukan setelah kedua jasad tersebut ditemukan di TKP. 

"Autopsi pertama sudah bagus, sudah baik, dan saya hanya melengkapi saja, dan memastikan juga dari hasil autopsi pertama itu bisa membuktikan cara kematian, mekanisme kematian, dan sebab kematian," katanya dalam tayangan Tribunnews On Cam, yang tayang di Youtube Tribunnews pada Minggu (17/10/2021). 

Baca juga: Pernyataan Baru Yosef, Sebut Tak Ada Kaitan Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang dengan Yayasan

Baca juga: 61 Hari Kasus Subang, Dokter Ahli Forensik Kembali Beri Tanggapan: Kita Cari Petunjuk Lain

Ahli forensik yang kerap disapa Hastry juga mengungkap alasannya mengapa proses autopsi dilakukan dua kali. 

Menurutnya, dalam setiap kasus kematian, analisa terhadap jasad korban bisa menjadi bukti yang berharga. 

"Ya kita kan berhubungan dengan tubuh jenazah, tubuh manusia yang sudah berupa jenazah ya, jadi ilmu forensik itu menggunakan seluruh ilmu kedokteran untuk mengungkap kasus tersebut," ungkapnya. 

"Jadi kalau ada kasus pembunuhan, tubuh manusia itu merupakan petunjuk yang luar biasalah, petunjuk emas," tambahnya. 

Terkait forensik sendiri dijelaskan bahwa terdapat berbagai bidang yang bisa membantu dalam mengungkapkan kasus. 

Polwan pertama yang jadi dokter forensik di Indonesia ini menyebut bahwa dirinya berada di bidang patologi forensik. 

"Ya, semua sama sih, dari pengambilan sampel jenazah kita periksa lagi ke ahli DNA, kalau memang butuh pemeriksaan sidik jadi ya ke ahli finger print forensik, kalau kita memang butuh apakah dia ada perlakuan, atau diracun, kita ke toxicologi," jelasnya.

Baca juga: Saksi Beberkan Aksi Yosef sebelum Laporkan Kasus Subang, Ternyata Sempat Telepon Sambil Marah-marah

Sedangkan untuk patologi forensik merupakan keahlian untuk menganalisa seluruh tubuh jenazah dan mencari ketidaknormalan.

"Jadi pemeriksaan tubuh jenazah lengkap," ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa autopsi ulang dilakukan pada Sabtu (2/10/2021). 

Sebelumnya, Hastry terlihat mengunggah Instastory yang memperlihatkan suasana di sekitar makam korban, di Tempat Pemakaman Umum Istuning, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang

"Ini lagi selesai nih, TKP Subang, pasti terungkap," katanya lewat Instagram miliknya @hastry_forensik, diunggauh Minggu (3/10/2021),

"Demi kemanusiaan, almarhumahnya menunggu," lanjutnya. 

Proses pembongkaran hingga pengembalian kedua jasad ke makamnya sendiri berlangsung selama tiga jam antara pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. 

Sebagai informasi kasus ini bermula sejak jasad kedua korban yaitu Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan di rumahnya di Desa Jalancagak, Subang, Jawa Barat pada Rabu (18/8/2021).

Sejak itu, kasus ini belum terungkap dan belum diketahui siapa yang menjadi pelaku pembunuhan tersebut.

Tim gabungan juga sudah dikerahkan mulai dari Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri menyatakan membantu penyelidikan kasus ini.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved