Virus Corona
Herbal Sambiloto yang Diklaim Murah dan Efektif Disebut Sukses Bantu Thailand Hadapi Covid-19
Pemerintah Thailand mengizinkan bahkan memberikan rekomendasi pengobatan herbal yang menggunakan ramuan sambiloto bagi pasien Covid-19 ringan.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Thailand diketahui mengizinkan bahkan memberikan rekomendasi pengobatan herbal yang menggunakan ramuan sambiloto bagi pasien Covid-19 ringan.
Hal itu dilakukan setelah percobaan di penjara yang menemukan bahwa 99 persen dari mereka yang mengonsumsi tanaman herbal tersebut sembuh pada sekitar bulan Juli lalu.
Media Inggris, Sky News, memberitakan fenomena berani pemerintah Thailand yang berani merekomendasikan penggunaan ramuan herbal yang dinamakan Fah talai jone, untuk digunakan di rumah sakit, meski hasil uji klinis tahap akhirnya belum sepenuhnya diumumkan.
Baca juga: Tips Menu Isolasi Mandiri Covid-19: Cegah Gangguan Kognitif, Ini 9 Makanan untuk Otak dan Memori
Baca juga: Kenali Sindrom Pascatrauma yang Disebut Bisa Dialami Penyintas Covid-19, Ini Tandanya
Para ahli di Thailand memang sedang melakukan uji klinis dengan 1.400 orang yang diperkirakan hasil awalnya baru keluar akhir tahun ini.
Mereka bahkan sudah berencana memproduksinya secara besar-besaran.
Ramuan tersebut pertama kali diuji coba di Penjara Chainat yang menggunakan obat herbal itu untuk mengobati tahanan.
Di Thailand, sambiloto memang dikenal sebagai obat tradisional yang biasa digunakan di rumah-rumah untuk mengobati pilek, tetapi sekarang memainkan peran sentral dalam perjuangan negara itu melawan Covid-19.
"Sifatnya membantu mengurangi demam dan batuk," salah satu tahanan di sana.
Dia sudah sembuh meski saat awal terinfeksi Covid-19 mengaku mendapat demam tinggi dan sempat khawatir akan memburuk.
Kini, dia dan tahanan lainnya mendapat pekerjaan baru untuk menanam dan merawat tanaman sambiloto di sekitar penjara itu.
Baca juga: Studi Besar Ini Sebut Lebih dari Setengah Penyintas Covid-19 Mengalami Long Covid hingga 6 Bulan
"Saya merasa bangga bisa merawat tanaman herbal Thailand ini yang digunakan untuk membantu menyembuhkan narapidana yang mengidap Covid," katanya.
Di penjara itu, sambiloto juga diolah dengan memotong dan mengumpulkan semua batang dewasa, tanaman dikeringkan dan digiling oleh kelompok lain.
Bubuk hijau tua kemudian dikemas ke dalam kapsul sebelum dikirim ke penjara lain di dekatnya untuk membantu mengobati Covid-19.
Pada bulan Juli, kabinet Thailand menyetujui ramuan sambiloto untuk digunakan pada orang dengan infeksi Covid-19 tanpa gejala atau ringan setelah percobaan yang sukses di penjara.
Pemerintah mengklaim dari 11.800 napi yang meminumnya untuk mengobati Covid-19, 99,02 persen sembuh.
Selama gelombang Covid-19 melonjak pada bulan Agustus, lebih dari 700 narapidana di Penjara Chainat minum 15 pil selama lima hari.
Poj, seorang narapidana di Penjara Chainat, mengatakan gejala Covid-nya berkurang setelah ia mengonsumsi sambiloto.
“Dari penelitian, sambiloto memiliki zat yang disebut andrographolide, yang merupakan zat yang membantu membatasi penyebaran virus,” jelasnya.
"Setelah mengambil herbal sambiloto, para tahanan memiliki hasil rontgen dada yang lebih baik, gejala lebih sedikit, penyakitnya tidak terlalu parah, dan mereka kembali normal dengan cepat," tambahnya.
"Pasien tanpa gejala tidak mengalami gejala yang parah."
Sekitar seperempat dari tahanan negara itu dinyatakan positif dalam enam bulan sejak April 2021.
Infeksi parah masih diobati dengan antivirus atau perawatan di rumah sakit, tetapi ramuan sambiloto yang murah dan tersedia telah ditawarkan Thailand.
Itu juga dipercaya telah banyak membantu untuk menghadapi gelombang wabah Covid-19 di sana.
Ramuan itu juga menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang berada di tahap awal Covid-19 pada saat negara sedang menangani lonjakan kasus.
Sekitar 141 penjara di seluruh negeri sekarang berencana untuk memproduksi 38 juta tablet sambiloto pada November 2021.
Mereka akan digunakan untuk merawat lebih banyak narapidana dan mempersiapkan jika ada gelombang lonjakan kasus berikutnya.
Pemerintah juga telah menguji coba pengobatan di beberapa rumah sakit dan mendorong 24 ribu desa untuk menanam tanaman herbal tersebut, sehingga mereka memiliki persediaan.
Menteri Kehakiman Thailand Somsak Thepsuthin, mengatakan bahwa herbal sambiloto telah membantu untuk melawan Covid-19 di sana.
"Jika kita menggunakan obat modern, biayanya 20 kali lipat, 30 kali lipat, 50 kali lipat lebih tinggi dan di penjara, sangat ramai," katanya dalam acara terkait herbal tersebut..
"Kita harus punya ini untuk mengobati orang. Kalau sakit ringan, kita bisa menggunakan obat ini, karena murah dan efektif."
Chiretta hijau secara tradisional digunakan untuk mengobati pilek sekarang diproduksi sebagai pengobatan Covid.
Pihak berwenang Thailand hanya mengizinkannya untuk digunakan dalam kasus-kasus ringan dan mereka juga secara tegas mengatakan ramuan itu tidak bisa digunakan untuk mencegah terkena virus, dan itu bukan pengganti vaksin.
Kritikus di Thailand mengatakan pengujian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan kemanjurannya.
"Andrographolide disebut sebagai zat yang ditemukan dalam chiretta hijau yang membantu menekan virus dan peradangan," kata profesor Dr Mayuree Tangkiatkumjai, dari departemen farmasi klinis di Universitas Srinakharinwirot.
"Namun, Covid-19 masih merupakan penyakit menular yang baru muncul, sehingga belum ada penelitian yang cukup untuk memastikan bahwa chiretta hijau dapat mencegah dan menyembuhkan Covid-19."
(Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya