Breaking News:

Virus Corona

Penderita Diabetes Bisa Isolasi Mandiri saat Terpapar Covid-19, Ini 3 Hal yang Perlu Diperhatikan

Dia menyampaikan bahwa diabetes termasuk ke dalam komorbid yang meningkatkan risiko keparahan bagi pasien Covid-19. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Youtube Kompas TV
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Syahidatul Wafa dalam tayangan Ayo Sehat di Youtube Kompas TV, Rabu (13/10/2021). Dia menyampaikan pasien diabetes bisa menjalani isolasi mandiri jika terpapar Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Syahidatul Wafa menjelaskan terkait penderita Covid-19 yang memiliki kemungkinan tinggi terpapar Covid-19

Dia menyampaikan bahwa diabetes termasuk ke dalam komorbid yang meningkatkan risiko keparahan bagi pasien Covid-19

"Biasanya itu, lima besarnya ada hipertensi, diabetes, kemudian pasien dengan obesitas, pasien dengan gagal ginjal, dan penyakit saluran pernapasan," katanya dalam program AYO SEHAR di Youtube Kompas TV yang dikutip pada Rabu (13/10/2021). 

Baca juga: Masuk Kategoris Disabilitas, Penderita Long Covid di Amerika Dapat Jaminan Sosial dan Hak Istimewa

Baca juga: Studi Terbaru Varian Delta Ungkap Perbandingan Risiko Tingkat Keparahan dengan Covid-19 Asli

Dokter Wafa juga menjelaskan alasan dia menyebut diabetes di urutan kedua komorbid yang bisa menyebabkan keparahan terhadap pasien Covid-19

Bahkan dia mengatakan bahwa pasien dengan diabetes juga berisiko mengalami kematian jika terinfeksi Covid-19

"Yang harus dipahami bahwa pasien diabetes itu ada gangguan daya tahan tubuh atau gangguan imunitas, dan itu terjadi seiring dengan kondisi diabetes," katanya. 

Selain itu, diabetes juga dikenal menyebabkan peradangan kronis atau terus menerus di dalam tubuh. 

Kondisi peradangan itu menyebabkan aktivitas peradangan akan lebih tinggi ketika terinfeksi Covid-19

"Yang ketiga gula darahnya yang tinggi itu sendiri, gula darah tinggi ini unik, pada pasien non diabetes pun ini memperburuk gejala klinis pada Covid-19, apalagi pada pasien diabetes, lebih parah," katanya. 

Terlebih jika pasien diabetes memiliki komorbid lain yang identik dengan kondisi diabetes seperti hipertensi dan gagal ginjal.

Baca juga: Masalah Kesehatan Mental Meningkat di Masa Pandemi Covid-19, Data Kemenkes Ungkap Kelompok Rentan

Itu akan semakin memperparah ketika terinfeksi Covid-19

Dia juga menyebut bahwa pasien diabetes masih bisa menjalani isolasi mandiri, namun ada sejumlah hal yang perlu diperhartikan. 

"Memang banyak sekali ya pasien diabetes yang mengalami Covid-19, dan memang yang mengalami gejala berat itu tidak sebanyak yang gejalanya ringan," katanya. 

"Kalau gejalanya ringan memang boleh isolasi mandiri," katanya. 

1. Cek gula darah rutin di rumah

Kalau gula darahnya tinggi segera lapor kepada dokternya. 

Dokter yang akan memberikan penyesuaian baik itu obat atau apa yang perlu dilakukan pasien selama isolasi mandiri. 

2. Asupan makan 

Pasien dianjurkan bisa menjaga asupan makanan dengan makanan yang bergizi dan tidak meningkatkan kadar gula darah. 

Selain itu, pasien juga harus memastikan bahwa asupan makannya baik dan tidak ada gejala mual atau muntah. 

3. Kondisi hidrasi

Hal ini bukan hanya bergantung pada asupan cairan pasien Covid-19

Tetapi juga bergantung pada gejala yang dialami pasien seperti mual, muntah, dan diare. 

Pasien diabetes yang mengalami dehidrasi bisa menyebabkan kondisi kesehatan yang serius. 

"Kurang lebih ada tiga hal itu pada pasien diabetes yang harus diperhatikan selama menjalani isolasi mandiri," katanya. 

Sedangkan untuk hal lainnya, pasien diabetes hanya perlu mengikuti pedoman isolasi mandiri yang sudah dikeluarkan Kementerian Kesehatan. 

Kemudian dia juga mengingatkan untuk melapor kepada dokter bahwa yang bersangkutan merupakan pasien diabetes. 

Nanti dokter yang akan menyesuaikan obat-obatan untuk pasien diabetes. 

Kemudian dia menganjurkan pasien diabetes untuk segera mendapat vaksin Covid-19 untuk mengurangi risiko keparahan jika terpapar Covid-19

"Kalau kita tunda-tunda terus vaksinnya, nanti khawatirnya risiko paparannya meningkat," katanya. 

"Kadar gula yang tinggi tidak menjadi penghalang vaksinasi, tapi memang cenderungnya lebih ke arah ini efektifnya seperti apa," tambahnya.

Keterangan dokter Wafa bisa disimak sejak menit ke-4:

(Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

Tags:
Virus CoronaCovid-19Diabetes
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved