Terkini Internasional
Dianggap Terlalu Berisik, India akan Gunakan Bunyi Seruling hingga Biola untuk Klakson Kendaraan
India sedang mempertimbangkan untuk mengganti bunyi klakson hingga sirene ambulans serta kendaraan polisi dengan suara alat musik karena berisik.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM – Menteri Transportasi Jalan Raya dan Jalan Tol India, Nitin Gadkari, mengatakan berencana membuat undang-undang penggunaan bunyi alat musik sebagai klakson kendaraan pada Senin (4/10/2021).
Gadkari juga mengatakan dia ingin mengganti sirene "menjengkelkan" yang digunakan oleh ambulans dan kendaraan polisi dengan nada yang menenangkan.
Nitin Gadkari menyebut suara sirene kedua kendaraan itu membahayakan telinga karena terlalu berisik.

Baca juga: Gunakan Sandal Jepit untuk Curang dalam Ujian Kelayakan Guru, 10 Orang Ditangkap di India
Baca juga: Seorang Gadis Remaja Dirudapaksa 33 Orang selama 8 Bulan di India, Sempat Diperas Pacarnya
“Sekarang saya ingin mengakhiri sirene ini juga. Sekarang saya sedang mempelajari sirene (yang digunakan oleh) ambulans dan mobil polisi,” kata Gadkari saat berbicara pada upacara peresmian jalan di India, dikutip dari The Hindu pada Selasa (5/10/2021).
Gadkari akan mengganti suara sirene dengan nada yang lebih menenangkan, seperti yang biasa diputar di radio India.
“Seorang seniman menggubah lagu Akashwani (All India Radio) dan dimainkan pagi-pagi sekali. Saya berpikir untuk menggunakan nada itu untuk ambulans sehingga orang merasa nyaman,” katanya.
Dia juga menyebut sirene milik mobil polisi dan ambulans menjengkelkan.
“Sangat menjengkelkan, terutama setelah para menteri lewat, sirene digunakan dengan volume penuh. Ini juga membahayakan telinga,” tambahnya.
“Saya sedang mempelajari ini dan segera berencana untuk membuat undang-undang bahwa klakson semua kendaraan harus pakai alat musik India agar enak didengar. Seruling, tabla, biola, organ mulut, harmonium."
India menjadi negara yang dikatakan paling berisik di dunia dengan adanya kendaraan seperti becak, bus, taksi, sepeda motor, dan mobil pribadi memenuhi jalanan di kota-kota, dikutip dari AFP.
Pengguna jalan lebih suka menggunakan klakson untuk mengingatkan pengendara lain, sehingga kehadirannya dianggap hampir sama pentingnya dengan kaca spion serta pedal gas.
Saat ini, kisaran kebisingan untuk sebagian besar klakson kendaraan ditetapkan antara 93 dan 112 desibel.
Dengan jumlah kendaraan di jalan yang meningkat setiap hari, warga India harus bertahan dengan bunyi klakson sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan polusi suara dapat menyebabkan gangguan pendengaran, masalah kardiovaskular, gangguan kognitif, stres dan depresi.
Namun, masih harus dilihat apakah ide baru pemerintah India itu dapat memecahkan masalah.
Baca juga: Menyamar Jadi Pengacara, Gangster India Terlibat Baku Tembak di Pengadilan, 3 Orang Tewas
Baca juga: Peringatan Hari Badak Sedunia, India Bakar 2.500 Cula dalam Kampanye Anti-Perburuan Liar