Breaking News:

Terkini Internasional

Peringatan Hari Badak Sedunia, India Bakar 2.500 Cula dalam Kampanye Anti-Perburuan Liar

India hancurkan hampir 2.500 cula badak langka hasil sitaan dalam peringatan Hari Badak Sedunia sebagai upaya kampanye anti-perburuan liar.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Lailatun Niqmah
AFP/Biju BORO
Cula badak yang disita dibakar di tungku dekat Taman Nasional Kaziranga di Bokakhat, India pada Rabu (22/9/2021). India hancurkan hampir 2.500 cula badak langka hasil sitaan dalam peringatan Hari Badak Sedunia sebagai upaya kampanye anti-perburuan liar pada Rabu (22/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Hampir 2.500 cula badak langka dihancurkan di Bokakhat, Negara Bagian Assam, India bersamaan dengan peringatan Hari Badak Sedunia pada Rabu (22/9/2021).

Pemusnahan cula dari barang sitaan itu adalah bagian upaya kampanye anti-perburuan liar terhadap badak, dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera pada Kamis (23/9/2021).

Badak bercula satu yang terancam punah dulunya tersebar luas di wilayah tersebut.

Hampir 2.500 cula badak langka dihancurkan sebagai bagian kampanye anti-perburuan liar di India pada Rabu (22/9/2021).
Hampir 2.500 cula badak langka dihancurkan sebagai bagian kampanye anti-perburuan liar di India pada Rabu (22/9/2021). (AFP/Biju BORO)

Baca juga: Guru di India Ajari Siswa di Jalanan, Coba Kurangi Kesenjangan Pendidikan akibat Covid-19

Baca juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Dalam Lift 24 Tahun Tak Terpakai di India, Masih Jadi Misteri

Tetapi perburuan liar dan hilangnya habitat mereka telah memangkas jumlahnya menjadi hanya beberapa ribu.

Sebagian besar badak bercula satu sekarang ditemukan di Negara Bagian Assam, India.

Cula badak sebagai bagian hewan yang mengandung keratin, protein yang sama seperti pada rambut dan kuku manusia, telah disimpan oleh pemerintah sejak 1969.

Beberapa cula didapatkan melalui hasil sitaan dari para pemburu liar.

Sementara cula lainnya, dikeluarkan dari badak yang mati karena sebab alami.

Kepolisian setempat mencatat semua kematian badak yang ada di negara bagian India itu.

Perdagangan cula badak telah dilarang sejak 1977 oleh Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah.

Tetapi para konservasionis memperingatkan upaya perburuan terus berlanjut di tengah permintaan dari China dan Vietnam.

Di kedua negara itu, cula badak dipromosikan sebagai bahan mujarab dalam pengobatan tradisional.

“Sebuah cula badak memiliki nilai tertinggi hanya jika ia utuh bagi badak yang masih hidup.  Tanduk ini tidak ada nilainya,” kata Ketua Menteri Assam, Himanta Biswa Sarma dalam upacara di Kota Bokakhat itu.

Pihak Departemen Kehutanan Assam mengatur cula badak sebelum dibakar pada Rabu (22/9/2021).
Pihak Departemen Kehutanan Assam mengatur cula badak sebelum dibakar pada Rabu (22/9/2021). (AFP/Biju BORO)

Baca juga: Obat Covid-19 Asal India Lolos Uji Klinis, Diklaim Efektif Kurangi Viral Load Pasien Isolasi Mandiri

Baca juga: Virus Nipah Dikonfirmasi Muncul di Kerala India, Seorang Anak Usia 12 Tahun Meninggal

“Dengan tindakan hari ini, Assam ingin mengirim dua pesan. Kami tidak percaya bahwa cula badak memiliki nilai obat dan kami hanya percaya untuk melestarikan badak yang masih hidup,” tambahnya.

Kota Bokakhat dekat dengan situs warisan UNESCO yang terdaftar di Taman Nasional Kaziranga, rumah bagi lebih dari dua ribu badak bercula satu.

Halaman
12
Tags:
IndiaBadakSatwa
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved