Breaking News:

Terkini Internasional

Dianggap Terlalu Berisik, India akan Gunakan Bunyi Seruling hingga Biola untuk Klakson Kendaraan

India sedang mempertimbangkan untuk mengganti bunyi klakson hingga sirene ambulans serta kendaraan polisi dengan suara alat musik karena berisik.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Elfan Fajar Nugroho
YouTube/BBC News
Lalu lintas di negara bagian Karnataka, India selatan. Masalah lalu lintas sudah lama ada di India, hingga dikatakan sebagai negara paling berisik di dunia dengan adanya kendaraan seperti becak, bus, taksi, sepeda motor, dan mobil pribadi memenuhi jalanan di kota-kota. India sedang mempertimbangkan untuk mengganti bunyi klakson hingga sirene ambulans serta kendaraan polisi dengan suara alat musik karena terlalu berisik pada Senin (4/10/2021). 

Selain masalah polusi suara, India juga menghadapi krisis polusi udara paling ekstrem di dunia.

Dalam sebuah laporan penelitian Amerika Serikat (AS), polusi udara di India dapat mengurangi harapan hidup orang India hingga sembilan tahun, dilansir dari BBC pada Kamis (2/9/2021).

Ada 480 juta orang India utara yang menghadapi polusi udara paling ekstrem dan akan segera meluas ke wilayah bagian lain, ungkap studi itu.

Kota-kota di India dengan polusi udara membunuh lebih dari satu juta orang setiap tahun dan kebijakan udara bersih dikatakan dapat menambah harapan hidup hingga lima tahun kehidupan masyarakat.

Data baru dari laporan Indeks Kehidupan Kualitas Udara oleh Institut Kebijakan Energi di Universitas Chicago (EPIC) menyatakan pada 2019 bahwa Bangladesh, India, Nepal dan Pakistan menyumbang hampir seperempat dari populasi global.

Kelima negara itu dikategorikan sebagai lima besar negara paling tercemar di dunia.

EPIC mengakui perubahan kebijakan tertentu yang dibuat oleh pemerintah India untuk memerangi polusi udara, seperti Program Udara Bersih Nasional 2019 (NCAP).

"Mencapai tujuan ini akan berdampak besar pada tingkat harapan hidup orang India, itu akan meningkatkan tingkat harapan hidup nasional hampir dua tahun, dan tiga setengah tahun untuk penduduk Delhi," ungkap EPIC. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait India lain

Tags:
IndiaklaksonNitin GadkariWorld Health Organization (WHO)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved