Breaking News:

Virus Corona

Terasa Bau Aneh saat Mencium Apapun setelah Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Cara Menyembuhkannya

Sejumlah pasien isolasi mandiri diketahui mengalami gangguan penciuman setelah sembuh dari Covid-19 atau selesai menjalani isolasi mandiri.

Yale Medicine
Ilustrasi indra penciuman. Sejumlah pasien Covid-19 yang mengalami anosmia disebut berpotensi mengalami parosmia. 

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah pasien isolasi mandiri diketahui mengalami gangguan penciuman setelah sembuh dari Covid-19 atau selesai menjalani isolasi mandiri.

Seperti sensasi mencium bau aneh ketika mencium apapun baik itu makanan, atau bahkan parfum. 

Fenomena tersebut dinamakan parosmia.

Baca juga: Sebut Polusi Udara Bikin Pasien Covid-19 Alami Gejala Lebih Parah, Pakar WHO Jelaskan Alasannya

Baca juga: Pria Ini Alami Sensasi Aneh setelah Sembuh dari Covid-19, Dokter Beri Penjelasan

Aroma yang dirasakan biasanya aroma bau busuk, ban terbakar, atau bau cuka. 

Dilansir dari Healthline, parosmia biasanya terjadi setelah neuron indra penciuman telah rusak karena virus atau kondisi kesehatan lainnya.

Neuron ini melapisi hidung dan memberi tahu otak bagaimana menafsirkan informasi kimia yang membentuk bau.

Kerusakan pada neuron ini mengubah cara bau mencapai otak.

Pada pasien Covid-19, orang yang mengalami parosmia biasanya merupakan pasien yang mengalami gejala anosmia atau kehilangan indra penciuman di awal masa infeksi. 

Usia dan jenis kelamin juga bisa menjadi faktor.

Satu studi yang melibatkan 268 orang dengan parosmia setelah Covid-19 menemukan bahwa 70,1 persen di antaranya berusia 30 atau lebih muda, dan 73,5 persen adalah perempuan.

Baca juga: Obat Pil Covid-19 Produksi Merck Diklaim Kurangi Risiko Rawat Inap dan Kematian hingga 50 Persen

Secara umum, parosmia setelah Covid-19 secara bertahap akan pulih seiring waktu.

Namun, mungkin perlu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk melihat peningkatan.

Misalnya, dalam studi survei yang dicakup di atas, 49,3 persen orang melaporkan bahwa parosmia mereka membaik dalam 3 bulan.

Sisanya 50,7 persen mengatakan parosmia mereka berlangsung lebih dari 3 bulan.

Berikut sejumlah cara untuk mengatasi parosmia:

1. Pelatihan penciuman

Teknik yang disebut pelatihan penciuman dapat digunakan untuk mengobati parosmia akibat Covid-19.

Pelatihan penciuman melibatkan mengendus kelompok aroma yang sama selama 20 detik pada suatu waktu.

Ini biasanya dilakukan setidaknya dua kali sehari selama 3 bulan atau lebih hingga gejala mulai membaik.

Aroma yang digunkan biasanya empat macam aroma  yang berbeda dalam satu kali latihan.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved