Breaking News:

Terkini Daerah

Seusai Gagal Jalankan Bisnis Keluarga Istri, Menantu di Bandung Polisikan Ayah Mertuanya yang Lansia

Menantu di Bandung ogah berdamai seusai membuat ayah mertuanya yang sudah sakit-sakitan dan lansia berada di tahanan polisi.

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Ema Siti Zaenab bersama kuasa hukumnya Hilmi Dwiputra Nur Esa menjelaskan soal kasus menantu laporkan ayah mertuanya di Arcamanik, Bandung, Jawa Barat. 

TRIBUNWOW.COM - Bermula dari urusan bisnis, Arianto (32) tega melaporkan ayah mertuanya yang sudah lansia, Muzakir (72).

Laporan polisi diajukan oleh Arianto seusai dirinya menerima tindak penganiayaan oleh karyawan Muzakir di rumah sang mertua di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 2021.

Kemudian sejak 13 September 2021 hingga sampai saat ini, Muzakir masih ditahan di Polsek Arcamanik.

Baca juga: Viral Mertua di NTB Tendang Pengantin Pria saat Akad, Korban dan Keluarganya Buat Pelaku Emosi

Baca juga: Buka Aktivitas Istri Muda Yosef di Malam Pembunuhan, Kuasa Hukum: Bu Mimin Sudah Disumpah

Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, awalnya Arianto dan sang istri sekaligus putri Muzakir, Fitri (30) diberikan kepercayaan oleh Muzakir untuk menjalankan bisnis keluarga berupa perusahaan percetakan dan penerbitan.

Dua tahun berjalan, usaha penerbitan itu justru semakin memburuk hingga Arianto dan Fitri menjual aset perusahaan berupa mesin dan mobil.

Fitri diketahui juga sempat meminta Rp 258 juta kepada Muzakir untuk biaya operasional perusahaan percetakan.

Kronologi tersebut diungkapkan oleh Ema Siti Zaenab (49) selaku istri kedua Muzakir.

"Kemudian ada isu kalau suami saya (Muzakir) akan melaporkan Fitri ke polisi," ujar Ema, di Jalan Moch Toha, Kamis (30/9/2021).

Setelah mendengar isu tersebut, Arianto seorang diri pergi ke kediaman Muzakir untuk meminta penjelasan.

Saat menemui Arianto, Muzakir ditemani beberapa karyawannya yakni Ade, Jajang, dan Marzuki.

"Pertemuan itu awalnya biasa saja. Tapi di tengah obrolan, Arianto ketahuan merekam segala pembicaraan tersebut," kata Ema.

Karyawan Muzakir yang tidak terima sempat meminta Arianto menghapus rekman percakapan.

"Arianto tidak mau dan menghindar. Sempat diadang, sehingga si Arianto ini dipegang oleh Jajang, kemudian Ade turun ke bawah karena mendengar ada ucapan kasar kepada suami saya, dan di situ Ade dan Jajang memukul Arianto," ucapnya.

Ema menyatakan, keributan hanya terjadi sesaat setelah itu mereka kembali berbincang meneruskan obrolan.

Namun di tengah-tengah obrolan, Arianto tiba-tiba pergi dari kediaman Muzakir.

Arianto saat itu langsung pergi ke Polsek Arcamanik untuk melaporkan sang ayah mertua atas tuduhan pengeroyokan.

Setelah dilaporkan, Muzakir ditahan bersama seorang karyawannya bernama Marzuki.

Ema menjelaskan, dirinya sudah berusaha menyelesaikan masalah ini dengan Arianto dan Fitri lewat jalur damai.

"Mereka menolak untuk penyelesaian secara damai," kata Ema.

Baca juga: 4 Hari Temani Jasad Nenek di Kamar, Balita di Kelapa Gading Menangis saat Ditolong Warga

Pembelaan Pihak Mertua

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved