Terkini Daerah
Marah Tak Diajak Pindah Rumah, Pria di Malang Susun Rencana Bunuh Istri Siri
Gunakan palu, pria di Malang secara membabi buta hajar istri sirinya di kamar mandi lalu tutupi jejak pembunuhan seakan korban bunuh diri.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Secara sadis Sofianto Liemmantoro alias Sofyan (56) menyusun rencana untuk menghabisi istrinya sendiri yakni Ratna Darumi Soebagio (56).
Korban yang berstatus sebagai istri siri pelaku dihabisi di kamar mandi di kediamannya yang terletak di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (17/9/2021) malam.
Pelaku merasa dirinya sebagai seorang suami tidak dihargai oleh korban yang menyebabkan pelaku dendam.
Baca juga: Dendam Istri Dirudapaksa saat Pasang Susuk, Suami Tembak Paranormal Berkedok Ustaz, Ini Kronologinya
Baca juga: Ungkit Disumpah Pakai Quran, Yosef Tegaskan Bukan Pembunuh Tuti dan Amalia
Dikutip TribunWow.com dari TribunJateng.com, pelaku diketahui telah ditahan sejak Selasa (21/9/2021).
Emosi pelaku memuncak ketika korban memutuskan akan pindah rumah.
Saat itu korban telah berencana tidak akan mengajak pelaku untuk pindah rumah.
"Tersangka melakukan pembunuhan itu, karena tersangka marah dan dendam kepada korban. Karena korban sudah tidak menghargainya lagi. Selain itu, korban akan berpindah rumah, tetapi tersangka tidak diajak," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo, Selasa (28/9/2021).
Korban dan pelaku diketahui tinggal satu rumah sejak tahun 2014.
Namun pada empat tahun terakhir, pelaku dan korban tidak lagi tidur satu ranjang meskipun masih tinggal serumah.
Coba Rekayasa Kasus
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menjelaskan, pada Jumat malam, pelaku membuntuti korban ketika korban tengah mandi.
Pelaku lalu langsung memukul korban menggunakan palu berkali-kali.
Setelah korban tidak bergerak, tersangka langsung membersihkan darah pada tubuh korban.
Baca juga: Pemilik Kos Ungkap Keseharian Pria Terapis Gay di Solo: Ganteng-ganteng, Badannya Bagus
Kemudian, tubuh korban diposisikan di dekat kloset kamar mandi, agar korban dikira meninggal karena terjatuh dan terbentur kloset.
Saat jasad korban ditemukan, anak korban merasa ada hal yang janggal sehingga berinisiatif melapor ke polisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/3-yang-digelar-di-polresta-malang-kota-selasa-2892021.jpg)