Breaking News:

Terkini Daerah

Pria Rela Bayar Rp 60 Juta untuk Sewa Eksekutor Pembunuhan Peranormal di Tangerang, Ini Motifnya

Pelaku penembakan Armand, seorang paranormal yang sempat disebut sebagai ustaz, ternyata menyewa pembunuh untuk melancarkan aksinya.

Istimewa/Tribunnews
Lokasi penempakan terhadap Ustadz Armand oleh orang tidak dikenal. Salah satu pelaku mengenakan atribut ojek online di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Sabtu (18/9/2021) petang. 

TRIBUNWOW.COM - Pelaku penembakan terhadap Armand, seorang paranormal yang sempat disebut sebagai ustaz, ternyata menyewa pembunuh untuk melancarkan aksinya.

Dilansir TribunWow.com, Armand tewas ditembak di depan rumahnya di Kunciran, Pinang, Kota Tangerang, beberapa waktu lalu.

Otak pembunuhan ini adalah M, suami pasien dari Armand.

Disebut polisi, M nekat melakukan pembunuhan ini karena tak terima istrinya disetubuhi saat memasang susuk.

Lokasi penembakan Ustaz di Tangerang, Sabtu (18/9/2021).
Lokasi penembakan paranormal di Tangerang, Sabtu (18/9/2021). (Instagram @info_ciledug)

Baca juga: Baku Tembak Terjadi di Tepi Barat, Serangan Israel Tewaskan 5 Orang Palestina

Baca juga: Menyamar Jadi Pengacara, Gangster India Terlibat Baku Tembak di Pengadilan, 3 Orang Tewas

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan M bahkan bersedia mengeluarkan uang Rp 60 juta untuk menghabisi nyawa Armand.

Uang tersebut dikeluarkan untuk menyewa eksekutor dan joki penembakan tersebut.

"Total bayarannya adalah Rp 60 juta," kata Yusri, dikutip dari TribunJakarta.com, Selasa (28/9/2021).

Yusri mengatakan, M membayar eksekutor dan joki berinisial K dan S sebesar Rp 50 juta.

Sedangkan tersangka Y selaku penghubung menerima imbalan Rp 10 juta.

"Dibayar dalam 2 tahap Rp 50 juta untuk eksekutor dan joki, Rp 10 juta untuk penghubung," ungkapnya.

"Menyerahkan pertama Rp 35 juta cash, sisanya memberikan HP."

Dipicu Motif Dendam

Di hadapan polisi, M mengaku nekat menembak korban setelah belasan tahun memendam dendam.

M mengaku sakit hati karena Armand diduga melakukan aksi tak senonoh pada istri dan kakak iparnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pelaku ditangkap di kawasan Serang, Banten, pada Kamis (23/9/2021).

Empat hari berselang, polisi menangkap dua pelaku lainnya berinisial K dan S.

"(Pelaku K dan S) kita amankan di tempat yang sama di Serang," kata Yusri.

Baca juga: Yosef Tegaskan Tak Terlibat Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Sumpah Pakai Alquran pun Boleh

Baca juga: Ngaku Jadi Pacar Korban, Ini Alasan Sopir di Kaltim Bunuh Juwana: Saya Tidak Naksir

Menurut Yusri, korban sudah menjalani profesi paranormal selama 20 tahun.

Dendam M muncul setelah istrinya mengaku sudah disetubuhi korban pada 2010 lalu.

Hal itu baru diketahui M pada 2012 atau dua tahun setelah persetubuhan terjadi.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved