Breaking News:

Virus Corona

Waspada saat Isolasi Mandiri, Studi Temukan Potensi Gangguan Pendengaran pada Pasien Covid-19

Infeksi Covid-19 diketahui bisa menyebabkan berbagai gejala dan masalah pada tubuh. 

hearinghealthcarecentre.co.uk
Ilustrasi tes pendengaran. Diketahui Covid-19 bisa menyebabkan gangguan pendengaran. 

TRIBUNWOW.COM - Infeksi Covid-19 diketahui bisa menyebabkan berbagai gejala dan masalah pada tubuh. 

Kini, selain masalah paru-paru, jantung, pembuluh darah, dan otak, studi temukan potensi gangguan pendengarah pada pasien Covid-19

Dilansir dari lamam Komunitas Healthy Hearing, disebutkan bahwa varian Delta lebih memungkinkan menyebabkan masalah pada telinga dibanding dengan varian aslinya. 

Baca juga: Selain Jaga Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, 5 Herbal Ini Juga Bisa Cegah Pembekuan Darah

Baca juga: Dianggap Mirip Perang Dunia, Pandemi Virus Covid-19 Kurangi Harapan Hidup Jadi Lebih Pendek

Hal ini diduga karena Covid-19 varian Delta menyebabkan lebih banyak gejala pernapasan bagian atas.

Itu akan memberi lebih banyak tekanan pada telinga yang berpotensi menyebabkan infeksi telinga.

Namun, berdasarkan laporan kasus yang dipublikasikan, tampaknya gangguan pendengaran mendadak jarang menjadi gejala awal virus corona.

Dalam laporan Juni 2020, beberapa pasien Iran melaporkan gangguan pendengaran di satu telinga, serta vertigo.

Dalam laporan lain tentang gangguan pendengaran sensorineural mendadak dan Covid-19, seorang pria Mesir tanpa gejala Covid-19 lainnya mengalami gangguan pendengaran mendadak, dan kemudian dites positif Covid-19.

Sayangnya tidak banyak studi yang mengonfirmasi hal itu.

Sebagai informasi, gangguan pendengaran mendadak adalah keadaan darurat medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gangguan pendengaran mendadak di satu telinga.

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Dilakukan setelah Jalani Isolasi Mandiri dan Sembuh dari Covid-19 Menurut Dokter

Semakin cepat mendapatkan perawatan, semakin besar kemungkinan pendengaran akan segera pulih.

Namun, mengalami gangguan pendengaran, tinnitus atau pusing di tengah-tengah masa infeksi terlihat lebih umum terjadi.

Artinya masalah ini bukan bagian dari gejala awal tetapi berkembang beberapa hari hingga minggu kemudian.

Sebuah data yang dirilis pada Februari 2021 mengungkap seberapa banyak masalah pendengaran pada pasien Covid-19, yaitu:

1. 7,6% orang melaporkan gangguan pendengaran

2. 14,8% melaporkan tinitus

3. 7,2% melaporkan vertigo

Namun, para peneliti menekankan bahwa ada tidak banyak studi berkualitas tinggi tentang topik ini.

Penelitian lebih besar dirasa dibutuhkan untuk mengonfirmasi data itu atau mendapat data yang lebih akurat. 

Tinnitus dan Covid-19

Tinnitus adalah sensasi telinga berdenging, dan masalah ini justru dialami lebih banyak pasien Covid-19 dibanding dari mereka yang mengalami gangguan pendengaran. 

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa virus ini terkait dengan tinnitus, bagi sebagian orang.

Namun, belum diketahui secara pasti apakah virus itu sendiri yang menyebabkan tinitus, atau faktor lainnya.

Telinga berdenging adalah hal biasa, dan stres juga sering menyebabkan seseorang mengalaminya.

Meskipun tidak ada penelitian besar yang meneliti komplikasi pendengaran dan infeksi Covid-19, ada sejumlah studi kasus yang membahas hal tersebut.

Misalnya, pada Oktober 2020, jurnal medis BMJ Case Reports menerbitkan studi kasus seorang pria Inggris berusia 45 tahun yang menderita tinnitus dan gangguan pendengaran mendadak di satu telinga setelah ia sakit kritis akibat Covid-19.

Kemudian dikonfirmasi jika pendengarannya pulih sebagian setelah dia menerima pengobatan steroid untuk gangguan pendengarannya.

Meskipun belum dibuktikan bahwa Covid-19 secara langsung menyebabkan gangguan pendengarannya, penulis penelitian menjelaskan, bahwa ada kemungkinan hal itu bisa terjadi.

Terutama karena dia tidak menerima obat apa pun yang termasuk gangguan pendengaran sebagai efek samping yang dikenal sebagai ototoksisitas.

"Kami menyarankan agar pasien ditanya tentang gangguan pendengaran di perawatan intensif bila berlaku, dan setiap pasien yang melaporkan gangguan pendengaran akut harus dirujuk ke THT dalam keadaan darurat," kata para penulis.

Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa gangguan pendengaran dan tinnitus bukanlah gejala umum dari infeksi Covid-19.

Dan hingga kini juga tidak dianggap sebagai komplikasi umum saat penyakit berkembang.

Namun, jika seseorang positif Covid-19 dan mengalami gangguan pendengaran mendadak, segera cari perawatan medis segera untuk meningkatkan peluang mendapatkan kembali pendengaran yang mengalami masalah.

Selain itu, laporan otopsi telah mendeteksi virus di tulang telinga tengah.

Dan dalam laporan kasus ini, seorang pria Jerman mengalami gangguan pendengaran akut yang parah setelah menderita pneumonia Covid-19.

Namun, ini juga memiliki kemungkinan jika disebabkan masalah lain seperti efek samping obat.

Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati Covid-19 membawa risiko gangguan pendengaran yang relatif tinggi, telinga berdenging atau vertigo dan pusing sebagai efek sampingnya.

Obat-obatan ini termasuk kina, cholorquine dan hydroxychloroquine.

"Obat antivirus ini telah mengetahui efek samping, termasuk tinitus dan gangguan pendengaran, dan gejalanya mungkin salah didiagnosis sebagai disebabkan oleh COVID-19," kata penulis. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved