Breaking News:

Virus Corona

Kenali Apa Itu Sepis, Bisa Terjadi saat Isolasi Mandiri dan Jadi Masalah Serius pada Pasien Covid-19

Sepsis atau syok septik merupakan masalah kegawatdaruratan yang mengancam pada pasien Covid-19. 

health.clevelandclinic.org/
Ilustrasi sampel virus Covid-19. Satu di antara kondisi lain yang bisa menyebabkan kematian pada pasien Covid-19 adalah sepsis. 

TRIBUNWOW.COM - Sepsis atau syok septik merupakan masalah kegawatdaruratan yang mengancam pada pasien Covid-19

Bahkan, sepsis disebut-sebut menjadi satu di antara berbagai masalah yang paling banyak menyebabkan kematian pada anak yang terinfeksi Covid-19

Padahal, anak dikenal dengan sistem kekebalan yang lebih baik saat mengalami Covid-19. 

Baca juga: Lagi, WHO Bentuk Tim Baru untuk Selidiki Asal-usul Covid-19 di China, Didesak Amerika Serikat?

Baca juga: Waspada saat Isolasi Mandiri, Studi Temukan Potensi Gangguan Pendengaran pada Pasien Covid-19

Dilansir dari Mayo Clinic, dijelaskan jika sespsis merupakan kondisi yang terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi merusak jaringannya sendiri.

Ketika proses melawan infeksi menghidupkan tubuh, mereka menyebabkan organ berfungsi dengan buruk dan tidak normal.

Sepsis dapat berkembang menjadi syok septik.

Ini adalah penurunan dramatis dalam tekanan darah yang dapat menyebabkan masalah organ yang parah dan kematian.

Perawatan dini dengan penanganan medis di rumah sakit disebut bisa mengurangi risiko kematian ketika mengalami sepsis. 

Dijelaskan jika semua jenis infeksi  baik itu yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur dapat menyebabkan sepsis.

Baca juga: Selain Jaga Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, 5 Herbal Ini Juga Bisa Cegah Pembekuan Darah

Namun, infeksi yang lebih sering menyebabkan sepsis adalah infeksi yang terjadi pada:

- Paru-paru, seperti pneumonia,

- Ginjal, kandung kemih, dan bagian lain dari sistem kemih,

- Sistem pencernaan

- Aliran darah (bakteremia)

- Situs kateter

- Luka atau luka bakar

- Faktor risiko

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko sepsis, antara lain:

Usia yang lebih tua, masa bayi, sistem kekebalan tubuh terganggu, diabetes, penyakit ginjal atau hati kronis.

Atau ketika pasien masuk ke unit perawatan intensif atau rawat inap lebih lama dengan erangkat invasif, seperti kateter intravena atau tabung pernapasan.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved