Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Ingin Peringatkan Warga, Taliban Gantung Jasad Terduga Penculik di Pusat Kota Herat Afghanistan

Taliban gantung jasad penculik di pusat Kota Herat, Afghanistan untuk memperingatkan orang-orang agar tidak melakukan kejahatan serupa.

AFP
Pejuang Taliban berdiri di atas kendaraan polisi yang rusak di sepanjang pinggir jalan di Kandahar, Afganistan, pada 13 Agustus 2021. Taliban gantung jasad penculik di pusat Kota Herat, Afghanistan untuk memperingatkan orang-orang agar tidak melakukan kejahatan serupa. 

TRIBUNWOW.COM – Pejabat pemerintahan Afghanistan mengungkapkan otoritas Taliban membunuh empat orang yang diduga penculik dan menggantung tubuh mereka di tempat umum pada Sabtu (25/9/2021).

Dilansir TribunWow.com dari Reuters, peristiwa itu terjadi di Kota Herat, Afghanistan Barat.

Taliban berusaha memperingatkan orang lain untuk tidak melakukan kejahatan yang sama.

Deputi Gubernur Herat, Mawlawi Shir Ahmad Muhadjir .
Deputi Gubernur Herat, Mawlawi Shir Ahmad Muhadjir. (YouTube/WION)

Baca juga: Membersihkan Toilet Jadi Satu-satunya Pekerjaan yang Boleh Dilakukan Wanita Afghanistan oleh Taliban

Baca juga: Tukang Cukur di Afghanistan Khawatirkan Dampak Aturan Potongan Rambut Pria oleh Taliban

Deputi Gubernur Herat, Mawlawi Shir Ahmad Muhadjir, mengatakan orang-orang itu telah menculik seorang pengusaha lokal beserta putranya dan menjadi korban pencurian.

Namun, aksi para penculik itu diketahui oleh anggota Taliban yang kemudian melakukan patroli dengan mendirikan pos-pos pemeriksaan di sekitar kota.

Pihak keamanan menutup semua jalanan Kota Herat dan Taliban menghentikan setiap pria di pos penyekatan.

Baku tembak kemudian terjadi dan empat penculik tersebut tewas, sementara satu anggota Taliban terluka.

“Jenazah mereka dibawa ke alun-alun dan digantung di kota sebagai pelajaran bagi para penculik lainnya,” kata Muhadjir.

Muhadjir mengklaim ketika kekhalifahan Islam berjaya di Afghanistan melalui kepemimpinan Taliban, tidak ada yang bisa menyakiti bangsa itu dan tidak ada yang harus menjadi pencuri, ungkapnya dalam video pernyataan ke AFP.

Dari gambar yang beredar, terlihat kerumunan orang menyaksikan sejumlah tentara Taliban yang bersenjata mengelilingi sebuah kendaraan.

Pada jasad yang tergantung, terdapat papan bertuliskan ‘pencuri akan mendapatkan hukuman seperti ini’ di bagian dada.

Seorang warga Kota Herat, Mohammad Nazir, mengungkapkan dia mendengar pengumuman melalui pengeras suara saat sedang berbelanja di dekat Alun-Alun Mostofiat.

“Ketika saya melangkah maju, saya melihat mereka membawa mayat di truk pickup, kemudian mereka menggantungnya di derek,” katanya.

Hal itu diungkapkan oleh Mullah Nooruddin Turabi dalam wawancaranya dengan Associated Press pada pekan lalu.

“Memotong tangan sangat diperlukan untuk keamanan,” kata Turabi.

Turabi mengungkapkan bahwa Taliban sedang mempertimbangkan penjatuhan hukuman di depan umum dan akan segera mengembangkan kebijakannya.

Baca juga: Taliban Ingin Ikut Berbicara dalam Pertemuan PBB, Tunjuk Duta Besar Wakili Afghanistan

Baca juga: Dianggap Karismatik, Pendiri Taliban Masuk dalam Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Dunia

Taliban mengatakan akan terus menjatuhkan hukuman berat pada pelanggar hukum untuk menghentikan kejahatan seperti perampokan, pembunuhan dan penculikan yang telah meluas di Afghanistan

Sejak Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus lalu, kekhawatiran akan kebijakan keras Taliban telah meningkat, meskipun kelompok itu mengklaim memiliki pandangan lebih liberal saat ini, berbeda dengan pemerintahan mereka di tahun 1990-an.

Taliban telah mengklaim bahwa akan ada kesetaraan dan keadilan gender dalam aturan barunya.

“Kami berubah dari masa lalu,” kata Turabi.

Amerika Serikat (AS) mengecam komentar Turabi terkait hukuman amputasi itu.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved