Konflik di Afghanistan
Membersihkan Toilet Jadi Satu-satunya Pekerjaan yang Boleh Dilakukan Wanita Afghanistan oleh Taliban
Taliban hanya bolehkan wanita bekerja di bidang yang tidak bisa dilakukan pria, misalnya membersihkan toilet perempuan, sementara lainnya di rumah.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM – Taliban mengumumkan saat ini satu-satunya pekerjaan yang boleh dilakukan wanita Afghanistan adalah membersihkan toilet perempuan.
Aturan itu diungkapkan oleh penjabat Wali Kota Kabul, Molavi Hamdullah Nomani pada Minggu (19/9/2021).
Pemerintah Afghanistan bentukan Taliban secara efektif melarang wanita bekerja di ibu kota Kabul melalui pernyataan itu, dilansir dari CNN pada Senin (20/9/2021).

Baca juga: Taliban Tutup Kementerian Urusan Wanita Afghanistan, Pilih Aktifkan Kembali Polisi Moralitas
Baca juga: Taliban Hanya Sebut Anak Laki-laki dalam Pembukaan Kembali Sekolah, Nasib Perempuan Dipertanyakan
Taliban sudah mengumumkan pembatasan baru di mana pekerja wanita di pemerintahan kota Kabul telah diberitahu untuk tinggal di rumah.
Hanya wanita dengan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh pria yang diizinkan bekerja.
“Awalnya kami mengizinkan mereka semua untuk hadir pada tugas mereka tepat waktu, tetapi kemudian Imarah Islam memutuskan perlu untuk beberapa waktu pekerjaan mereka harus dihentikan,” kata Nomani.
“Kalau begitu kami hanya mengizinkan perempuan yang kami butuhkan, maksud saya untuk pekerjaan yang tidak bisa dilakukan laki-laki, atau yang bukan pekerjaan laki-laki. Misalnya, ada toilet umum perempuan di pasar,” tambahnya.
Nomani juga meminta agar wanita tetap tinggal di rumah sampai situasi di Afghanistan membaik.
Dia mengungkapkan untuk sementara pekerjaan mereka akan digantikan oleh laki-laki dan gaji mereka akan tetap dibayar, dikutip dari India Today pada Senin (20/9/2021).
Perintah itu membuat ratusan wanita kehilangan pekerjaan.
Sejak pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban, perempuan sudah diperintahkan untuk meninggalkan pekerjaan mereka di beberapa daerah.
Selain itu, pendidikan untuk para wanita juga dibatasi.
Meskipun Taliban menyatakan akan menjamin penghormatan atas hak-hak wanita, tetapi beberapa aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya tidak menunjukkan demikian.
Sebelumnya, Taliban menutup Kementerian Urusan Wanita di Afghanistan dan digantikan dengan ‘Kementerian Doa, Bimbingan dan Promosi Pencegahan Perilaku Buruk’ pada Jumat (17/9/2021).
Baca juga: Taliban Tak Izinkan Wanita Afghanistan Bekerja dengan Pria, Ini Alasannya
Baca juga: Taliban Bolehkan Wanita di Afghanistan Belajar di Universitas, Ini Syaratnya
Lembaga yang sudah pernah ada pada pemerintahan Taliban tahun 1996 hingga 2001 itu bertanggung jawab untuk mengerahkan polisi moralitas guna menegakkan hukum Syariah.