Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Taliban Tak Izinkan Wanita Afghanistan Bekerja dengan Pria, Ini Alasannya

Tokoh senior Taliban menyatakan wanita Afghanistan tidak diizinkan bekerja dengan pria selain sektor pendidikan dan medis dengan aturan pembatasan.

YouTube/WION
Aksi demonstrasi wanita pendukung kebijakan Taliban pada Sabtu (11/9/2021). Tokoh senior Taliban menyatakan wanita Afghanistan tidak diizinkan bekerja dengan pria selain sektor pendidikan dan medis dengan aturan pembatasan pada Senin (13/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Seorang tokoh Taliban menyatakan wanita Afghanistan seharusnya tidak diizinkan bekerja bersama pria.

Waheedullah Hashimi, tokoh senior Taliban yang dekat dengan kepemimpinan, mengatakan akan sepenuhnya menerapkan sistem hukum syariah di Afghanistan, dilansir dari Reuters pada Senin (13/9/2021).

Hukum Islam akan diberlakukan meskipun ada tekanan dari komunitas internasional untuk menegakkan hak wanita untuk bisa bekerja.

Aksi protes wanita Afghanistan di Kabul meminta perlindungan hak kepada Taliban pada Jumat (3/9/2021).
Aksi protes wanita Afghanistan di Kabul meminta perlindungan hak kepada Taliban pada Jumat (3/9/2021). (YouTube/France 24 English)

Baca juga: Taliban Bolehkan Wanita di Afghanistan Belajar di Universitas, Ini Syaratnya

Baca juga: Taliban Klaim Temukan Uang Rp 92 Miliar di Rumah Mantan Wakil Presiden Afghanistan

"Kami telah berjuang selama hampir 40 tahun untuk membawa sistem hukum syariah ke Afghanistan," kata Hashimi dalam sebuah wawancara.

"Syariah tidak mengizinkan pria dan wanita untuk berkumpul atau duduk bersama di bawah satu atap,” tambahnya.

Larangan itu jika diterapkan secara formal, akan menghalangi wanita bisa bekerja di kantor-kantor pemerintah, bank hingga perusahaan media.

"Laki-laki dan perempuan tidak bisa bekerja sama. Itu jelas. Mereka tidak diizinkan datang ke kantor dan bekerja di kementerian kami,” ungkap Hashimi.

Belum jelas sejauh mana komentar Hashimi mencerminkan kebijakan pemerintahan baru Afghanistan.

Komentarnya itu berbeda dengan janji Taliban untuk melindungi hak wanita, termasuk dalam bekerja.

Kontak antara laki-laki dan wanita di luar rumah akan diperbolehkan dalam keadaan tertentu, misalnya saat berobat ke dokter lawan jenis.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved