Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Harus Mencari Nafkah, Beberapa Wanita Afghanistan Putuskan Kembali Bekerja di Bandara Kabul

Beberapa wanita di Afghanistan telah kembali bekerja di Bandara Kabul karena harus mencari nafkah, meskipun dibayangi ketakutan aturan Taliban

YouTube/Al Jazeera English
Bandara Kabul, Afghanistan. Saat ini, beberapa wanita di Afghanistan telah kembali bekerja di Bandara Kabul karena harus mencari nafkah, meskipun dibayangi ketakutan aturan Taliban. 

TRIBUNWOW.COM – Setelah sekitar satu bulan Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul, Afghanistan, beberapa wanita telah mulai bekerja kembali.

Satu di antaranya adalah pekerja di Bandara Kabul, Rabia Jamal yang memberanikan diri kembali bekerja, meskipun Taliban mengharuskan perempuan tinggal di rumah demi keamanan mereka.

Rabia Jamal merasa tidak punya pilihan lain karena harus mencari nafkah.

Aksi protes wanita Afghanistan di Kabul meminta perlindungan hak kepada Taliban pada Jumat (3/9/2021).
Aksi protes wanita Afghanistan di Kabul meminta perlindungan hak kepada Taliban pada Jumat (3/9/2021). (YouTube/France 24 English)

Baca juga: Taliban Tahan dan Pukuli Dua Wartawan Afghanistan yang Liput Aksi Protes Wanita, Begini Kronologinya

Baca juga: Taliban Larang Wanita Afghanistan Olahraga, Anggap sebagai Kegiatan Tidak Penting

“Saya butuh uang untuk menghidupi keluarga saya,” kata Rabia, dilansir dari AFP pada Minggu (12/9/2021).

“Saya merasakan ketegangan di rumah, saya merasa sangat buruk,” tambahnya.

Ada lebih dari 80 wanita yang bekerja di bandara Kabul sebelum wilayah itu direbut oleh Taliban pada 15 Agustus lalu.

Saat ini, hanya tersisa 12 wanita yang kembali bekerja di sana.

Mereka menjadi satu di antara beberapa wanita di Kabul yang diizinkan kembali bekerja.

Taliban sempat menyatakan melalui juru bicaranya, Zabihullah Mujahid, terkait keputusannya untuk tidak mengizinkan sebagian besar perempuan Afghanistan bekerja untuk sementara.

Taliban menjanjikan mereka dapat bekerja setelah melatih pasukannya menghormati wanita.

Selain Rabia, adiknya yang berusia 49 tahun, Qudsiya Jamal juga telah kembali bekerja.

Dia menyatakan pengambilalihan Kabul sebagai hal yang sangat mengejutkannya.

“Saya sangat takut,” kata Qudsiya Jamal.

Qudsiya adalah satu-satunya pencari nafkah di keluarganya.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved