Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Dianggap Karismatik, Pendiri Taliban Masuk dalam Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Dunia

Dikatakan karismatik dan saleh, Majalah Time masukkan Mullah Abdul Ghani Baradar sebagai satu di antara 100 orang paling berpengaruh 2021.

The New Nation
Mullah Abdul Ghani Baradar. Dikatakan karismatik dan saleh, Majalah Time masukkan petinggi Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar sebagai satu di antara 100 orang paling berpengaruh 2021. 

TRIBUNWOW.COM – Majalah Time mengikutsertakan salah satu pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar sebagai satu di antara 100 orang paling berpengaruh pada 2021 dalam kategori pemimpin.

Majalah Time menggambarkan Abdul Ghani Baradar sebagai pemimpin karismatik dan sosok yang sangat saleh.

Baradar yang telah ditunjuk menjadi Wakil Perdana Menteri Afghanistan dalam pemerintahan baru bentukan Taliban itu dikatakan sebagai tumpuan bagi masa depan Afghanistan.

Mullah Baradar, salah satu petinggi Taliban. Mullah Baradar diduga akan pimpin pemerintahan baru Afghanistan.
Mullah Baradar, salah satu petinggi Taliban. (YouTube/BBC News)

Baca juga: Taliban Segera Umumkan Mullah Baradar sebagai Pemimpin Baru Afghanistan, Ini Sosoknya

Baca juga: Rumor Kematiannya Viral di Media Sosial, Pendiri Taliban Muncul Rilis Pernyataan, Ini Isinya

“Seorang pria pendiam dan tertutup yang jarang memberikan pernyataan atau wawancara publik,” tulis majalah Time.

“Baradar tetap mewakili arus yang lebih moderat di dalam Taliban, yang akan didorong ke pusat perhatian untuk memenangkan dukungan Barat dan sangat membutuhkan bantuan keuangan,” tambahnya.

Baradar diketahui menjadi satu-satunya pemimpin Taliban yang masih hidup dan ditunjuk secara pribadi oleh Mullah Mohammed Omar sebagai wakil yang kemudian menjadikannya sebagai sosok legendaris di kelompok itu.

Dia dikatakan menjadi pihak pembuat semua keputusan besar.

Baradar berpengaruh dalam berkurangnya pertumpahan darah di Afghanistan ketika Taliban memasuki Kabul dan dalam kunjungan ke negara-negara tetangga, terutama China dan Pakistan.

Baradar juga menjadi perwakilan dalam penandatanganan perjanjian penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan pada Februari 2020 yang kemudian dianggap menjadi awal kebangkitan Taliban di Asia Selatan.

Anggota Taliban juga menyambut kedatangan Baradar saat kembali ke Afghanistan pada 17 Agustus lalu.

Mereka mengerumuninya saat turun dari pesawat pemerintah Qatar sebelum melakukan konvoi,

Baradar sebelumnya sempat diduga akan menjadi kepala pemerintahan Afghanistan baru bentukan Taliban.

Namun, kelompok itu mengumumkan Mullah Mohammad Hassan Akhund sebagai perdana menteri Afghanistan dan Baradar sebagai wakilnya pada 7 September.

Konflik internal pemerintahan Afghanistan sempat dilaporkan, tetapi berita itu sudah dibantah dalam sebuah wawancara Baradar dengan saluran televisi pemerintah pada Rabu (15/9/2021), dilansir dari Al Arabiya.

Baca juga: Taliban Tak Izinkan Wanita Afghanistan Bekerja dengan Pria, Ini Alasannya

Baca juga: Taliban Bolehkan Wanita di Afghanistan Belajar di Universitas, Ini Syaratnya

“Media mengatakan bahwa ada perselisihan internal.  Tidak ada apa-apa di antara kita, itu tidak benar,” ungkap Baradar.

Sebelumnya, Baradar juga dirumorkan tewas karena terluka parah dalam baku tembak antara faksi-faksi Taliban saingannya di Istana Presiden, Kabul, Afghanistan.

Berita kematiannya ramai dibicarakan di media sosial, terutama di India.

Namun, Baradar kemudian merilis sebuah pesan suara menyatakan dirinya masih hidup dan sehat serta menyalahkan propaganda palsu atas rumor kematiannya.

Bersama dengan Mullah Omar, Baradar mendirikan Taliban sebagai gerakan yang dipelopori para cendekiawan Islam muda dan mulai berkuasa di tahun 1996 sebelum digulingkan oleh AS dan sekutu Afghanistan pada 2001.

Selama 20 tahun pengasingan Taliban, Baradar memiliki reputasi sebagai pemimpin militer.

Baradar sempat ditangkap di dekat Karachi di Pakistan pada 2010 dan ditahan hingga 2018 sebelum kemudian dipindahkan ke Qatar.

Setelah bebas, Baradar diangkat sebagai kepala kantor diplomatik Taliban di Doha dan mewakili kelompok dalam pertemuan dengan negara-negara lain. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Afghanistan lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved