Breaking News:

Terkini Daerah

ODGJ saling Bunuh, Syazili Tega Habisi Nyawa Tarbiyah lalu Biarkan Jasad di Jalan, Ini Kata Polisi

Syazili (34), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) ditangkap polisi seusai membunuh wanita bernama Tarbiyah.

TribunWow.com/Octavia Monica P
Ilustrasi - Syazili (34), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) ditangkap polisi seusai membunuh wanita bernama Tarbiyah (52). 

TRIBUNWOW.COM - Syazili (34), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) ditangkap polisi seusai membunuh wanita bernama Tarbiyah (52).

Dilansir TribunWow.com, pelaku ditangkap di rumahnya di Dusun I Desa Seribanding, Ogan Ilir, Rabu (23/9/2021).

Menurut Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo, korban ternyata juga merupakan ODGJ.

Korban tinggal di rumah yang letaknya tak jauh dari rumah pelaku.

Baca juga: Meski Tidak Akur, Yoris Kecewa karena Yosef Tak Hadir di Tahlilan Korban Kasus Pembunuhan Subang

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Subang, Tuti Tak Rela Istri Muda Yosef Pinjam Mobilnya, Bentuk Konflik?

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah warga menemukan jasad wanita tergeletak di pinggir jalan Dusun II Desa Seribanding, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Ilir, Jumat (17/9/2021) lalu.

Saat ditemukan, jasad korban mengalami luka di leher.

"Tadi pagi sekira 05.15, ada warga pulang salat Subuh di masjid melihat mayat di pinggir jalan," ujar Kepala Desa Seribanding, Arfan, dikutip dari SRIPOKU.com, Jumat (24/9/2021).

"Korban ini ODGJ. Usianya sekitar 50 tahun."

Punya Perilaku Aneh

Di sisi lain, Yusantiyo menyebut pelaku pernah melakukan tindakan di luar batas.

Satu di antaranya, yakni melukai alat vital sendiri menggunakan senjata tajam.

Bahkan, tindakan itu dilakukan pelaku beberapa hari sebelum diringkus polisi.

"Sebelum ditangkap, tersangka sempat melukai diri sendiri," jelas Yusantiyo.

Baca juga: Dirampok lalu Dibunuh Pacar, Wanita Ini Ditemukan Tinggal Kerangka, Ternyata Sudah Hilang 16 Hari

Baca juga: Keluarga Besar Kecewa Lihat Sikap Yosef Pasca-pembunuhan Tuti dan Amalia: Kami Tahlilan Dia Main

Akibatnya, korban mengalami luka yang cukup parah hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit terdekat.

Setelah menjalani perawatan pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.

"Setelah tersangka mendapatkan perawatan, bahkan mendapatkan beberapa jahitan hingga pulih, yang bersangkutan kami amankan pada H+5 (setelah pembunuhan)."

Sebelumnya, pelaku sempat mendekam di penjara atas kasus pencurian pada 2010 lalu.

Setelah 11 bulan mendekam di penjara, pelaku dinyatakan bebas pada 2011.

"Jadi tersangka ini residivis kasus 365 (KUHP, pencurian dengan kekerasan). Ketika itu menjalani hukuman di Lapas Tanjung Raja, Ogan Ilir."

Kini, pelaku masih menjalani observasi di rumah sakit jiwa untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved