Breaking News:

Virus Corona

Dapat Rekomendasi untuk Perawatan Covid-19, WHO Ingin Pengobatan Antibodi Koktail Jadi Lebih Murah

Pengobatan antibodi ini telah mendapat rekomendasi untuk digunakan kepada pasien gejala berat dan pasien gejala ringan yang berisiko tinggi

AFP via Wion News
Ilustrasi obat antibodi Covid-19. WHO meminta produsen obat antibodi koktail menyesuaikan harga terutama untuk negra-negara berpenghasilan rendah. 

TRIBNWOW.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ingin pengobatan antibodi koktail untuk Covid-19 menjadi lebih murah setelah masuk dalam rekomendasi pengobatan untuk pasien Covid-19

Pengobatan antibodi ini telah mendapat rekomendasi untuk digunakan kepada pasien gejala berat dan pasien gejala ringan yang memiliki potensi untuk menjadi buruk.

Dilansir dari situs resmi WHO, dikatakan bahwa pihak WHO telah meminta kepada Regeneron, yang memegang paten, untuk menurunkan harga obat dan mengupayakan distribusi yang adil di seluruh dunia.

Baca juga: Ilmuwan China Sebut Kemungkinan Besar Covid-19 Sudah Menyebar di AS sebelum Kasus Pertama di Wuhan

Baca juga: Covid-19 Bisa Tinggalkan Bekas di Otak pada Pasien Isolasi Mandiri, Bikin Lambat Berpikir?

Regeneron juga diminta untuk berbagi teknologi agar memungkinkan pembuatan versi biosimilar.

Untuk diketahui, antibodi koktail adalah pengobatan yang memasukkan antibodi casirivimab dan imdevimab kepada pasien Covid-19 dengan diinjeksi atau dimasukkan ke dalam infus.

Regeneron bekerjasama dengan produsen obat Swiss, Roche untuk memproduksi pengobatan antibodi.

Mereka memproduksi obat tersebut dengan nama Ronapreve.

Baca juga: Tips Isolasi Mandiri: Kenali 4 Teknik Latihan Pernapasan untuk Pasien dan Penyintas Covid-19

Obat tersebut telah masuk ke dala rekomendasi perawatan WHO pada Jumat (24/9/2021).

Studi klinis menunjukkan kombinasi obat itu efektif pada pasien yang tidak sakit parah tetapi berisiko tinggi dirawat di rumah sakit dengan Covid-19. atau mereka dengan kasus penyakit parah dan tidak memiliki antibodi.

Pasien yang dimaksud berisiko tinggi misalnya lansia, orang dengan komorbid, atau siapapun yang belum menerima vaksin karena kondisi tertentu yang ditetapkan dokter.

Dalam keterangannya, WHO juga menyampaikan bahwa para pegiat dan pakar kesehatan masyarakat telah mendesak perusahaan farmasi untuk menurunkan harga dan berbagi kekayaan intelektual untuk memastikan perawatan dan vaksin Virus Corona.

Terlebih yang pengembangannya didanai oleh pembayar pajak.

Mereka berharap agar berbagai vaksin, obat atau metode perawatan infeksi Covid-19 tersedia bagi mereka yang membutuhkannya di mana pun mereka tinggal.

Saat rekomendasi WHO diumumkan, Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) mendesak Regeneron untuk menyediakan casirivimab dan imdevimab dengan harga yang wajar, dan berhenti memberlakukan paten, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

“Sangat tidak adil bahwa orang yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak dapat mengakses perawatan Covid-19 baru yang dapat mengurangi risiko kematian karena monopoli perusahaan farmasi dan menginginkan pengembalian yang tinggi,” kata Dr Elin Hoffmann Dahl, Penasihat Kampanye Akses MSF.

“Casirivimab dan imdevimab hanya direkomendasikan secara kondisional untuk Covid-19, tetapi Regeneron sudah mulai mengajukan paten."

"Regeneron seharusnya memberi contoh bagi semua produsen antibodi monoklonal dengan menempatkan nyawa orang di atas keuntungan."

"Orang-orang di mana pun membutuhkan akses yang terjangkau dan berkelanjutan ke obat-obatan yang menyelamatkan jiwa dalam pandemi ini, serta di masa depan.”

Perawatan ini termasuk dalam kelas obat yang disebut antibodi monoklonal, yang telah beredar di pasaran selama beberapa dekade untuk banyak penyakit lain, termasuk kanker.

MSF mencatat bahwa Regeneron telah memberi harga koktail antivirus di sejumlah negara dengan harga yang jauh lebih tinggi di atas harga produksi.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved