Terkini Internasional
Sendok Jadi Simbol Baru Perlawanan Palestina setelah Pelarian 6 Narapidana Penjara Gilboa
Masyarakat Palestina menggunakan sendok sebagai simbol baru perlawanan terhadap Israel yang terinspirasi dari enam tahanan yang melarikan diri.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM – Enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari penjara Gilboa di Israel menggunakan sendok pada 6 September lalu telah menginspirasi rakyat Palestina.
Sendok dijadikan sebagai simbol baru perlawanan Palestina terhadap Israel.
Walaupun kepolisian Israel berhasil menangkap enam tahanan itu kembali, tetapi rakyat Palestina tetap melihat aksi mereka sebagai suatu keberhasilan.

Baca juga: Gali Lubang di Toilet dengan Sendok Makan, Tahanan Israel asal Palestina Berhasil Kabur dari Penjara
Baca juga: Detik-detik 6 Tahanan Palestina Melarikan Diri seusai Buat Lubang di Tahanan, Sempat Kepergok Petani
Enam tahanan itu menggunakan sendok untuk menggali lubang di lantai toilet selnya selama beberapa bulan untuk bisa melarikan diri.
Mereka menjadi bahan pembicaraan di antara masyarakat Palestina karena melakukan pembobolan penjara paling spektakuler di Israel dengan sendok itu.
Jejaring sosial berbagi gambar terowongan di bawah wastafel dan lubang di luar penjara.
Penjara Gilboa terkenal memiliki tingkat keamanan tinggi di Israel Utara.
Menurut pengacara salah satu tahanan Palestina yang ditangkap kembali, Mahmoud Abdullah al-Ardah, mengatakan dia menggunakan sendok, piring, dan bahkan pegangan ketel untuk menggali terowongan dari selnya, dilansir dari Al Jazeera pada Minggu (19/9/2021).
Dia mulai mencari jalan keluar dari penjara di Israel utara pada bulan Desember, kata pengacara, Ruslan Mahajaneh.
Di Tulkarem, sebuah kota di Tepi Barat yang diduduki Israel, aksi pelarian enam narapidana itu membawa kembali kenangan bagi Ghassan Mahdawi.
Baca juga: Israel Bersiap Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat, Pastikan Pasokan Cukup
Baca juga: Pertemuan Rahasia Presiden Israel dan Raja Yordania Isyaratkan Membaiknya Hubungan Diplomatik
Dia dan tahanan lain melarikan diri dari penjara Israel pada 1996 melalui terowongan yang digali menggunakan paku.
Mahdawi ditangkap karena menjadi anggota kelompok bersenjata selama gerakan perlawanan Palestina pertama yang berlangsung hingga awal 1990-an.
“Tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh narapidana dan selalu ada cacat dalam sistem tersebut,” kata Mahdawi.
Dalam pelarian menggunakan sendok oleh enam narapidana, Mahdawi menganggapnya sebagai apa yang diimpikan oleh setiap tahanan.
“Melarikan diri dari penjara Israel adalah sesuatu yang dipikirkan setiap narapidana,” kata Mahdawi.