Breaking News:

Virus Corona

Studi Kecil di Israel Sebut Obat Kolesterol Efektif Lawan Peradangan Parah pada Pasien Covid-19

Sebuah penelitian kecil di Israel menemuan jika obat penurun kolesterol bisa mengurangi keparahan akibat Covid-19

forbes.com
Ilustrasi obat. Obat oral untuk menurunkan kadar kolesterol dianggap bisa melawan peradangan parah pada pasien Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah penelitian kecil di Israel menemuan jika obat penurun kolesterol bisa mengurangi keparahan akibat Covid-19

Bahkan, peradangan progresif pada pasien Covid-19 dikatakan akan stabil atau tenang dalam 48 jam. 

Obat itu disebut Fenofibrate (Tricor), obat oral untuk membantu menurunkan kolesterol dengan mengobati kadar lipid darah yang abnormal.

Penelitian tersebut dilakukan oleh di Hebrew University of Jerusalem, Israel.

Baca juga: Termasuk OTG, Ini Alasan Mengapa Pasien Covid-19 Sebaiknya Tidak Olahraga saat Isolasi Mandiri

Baca juga: Waspada saat Isolasi Mandiri, Kemampuan Penularan Virus Corona Lewat Udara Disebut Jadi Lebih Baik

Para peneliti mencatat bahwa Covid-19 menyebabkan penumpukan kolesterol dalam jumlah besar, yang mengakibatkan peradangan pada sel.

Dalam percobaan laboratorium, mereka menemukan bahwa obat penurun kolesterol fenofibrate (TriCor) secara efektif mengurangi kerusakan sel paru-paru dan menghentikan replikasi virus SARS-CoV-2.

Kemudian, temuan itu dikonfirmasi pada penelitian kecil yang dilakukan pada 15 pasien.

Studi ini dipublikasikan secara online pada 23 Agustus di server pracetak Research Square, dalam bentuk jurnal non peer-review.  

"Mereka telah menunjukkan bahwa fenofibrate berpotensi mengurangi kemungkinan pasien dirawat di rumah sakit, dapat mengurangi jumlah waktu yang mereka habiskan di rumah sakit," kata Alan Richardson, seorang pembaca farmakologi di Universitas Keele di Staffordshire, Inggris, yang meninjau temuan tersebut, dikutip dari US News.

"Itu juga mengurangi kebutuhan mereka akan oksigen, dan bahkan mungkin mengurangi risiko kematian, jadi saya sangat optimis, tetapi ini adalah jumlah pasien yang sangat kecil, jadi saya berhati-hati."

Dia mengatakan obat itu tampaknya bekerja dengan memengaruhi perubahan metabolisme yang terjadi ketika virus SARS-CoV-2 menyerang sel.

Baca juga: Bukan Komorbid, Ini Kelompok Paling Rentan Alami Long Covid seusai Isolasi Mandiri

Dalam penelitiannya sendiri, Richardson menemukan bahwa TriCor berpotensi menghentikan virus masuk ke dalam sel sejak awal.

Tetapi dia sangat menekankan bahwa orang tidak boleh menggunakan TriCor dengan harapan dapat mencegah infeksi Covid-19.

"Saya sangat menyarankan orang untuk tidak melakukannya sendiri tanpa berbicara dengan dokter," katanya.

Dalam uji coba baru ini, para peneliti memberikan TriCor kepada 15 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 yang parah.

Mereka semua juga tercatat menderita pneumonia dan membutuhkan oksigen.

Kemudian para pasien diberi TriCor selama 10 hari.

Pemimpin studi Dr. Yaakov Nahmias mengatakan hasilnya mengesankan.

Diketahui, dia juga merupakan seorang insinyur biomedis di Universitas Ibrani, Nahmias juga merupakan anggota fakultas di Pusat Teknik Kedokteran Universitas Harvard di Boston.

"Penanda peradangan progresif, yang merupakan ciri khas Covid-19 yang memburuk, turun dalam waktu 48 jam perawatan," kata Nahmias dalam rilis berita.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved